Sakit Gigi















Sakit gigi, dalam istilah ilmiahnya sering disebut dengan istilah odontalgia. Adalah nyeri yang terjadi di sekitar gigi. Pada kebanyakan kasus, sakit gigi penyebabnya berasal dari permasalahan yang terjadi pada gigi dan rahang,
antara lain :
  • Masalah pada permukaan gigi (lubang atau karies), solusinya adalah dengan dilakukan pengangkatan jaringan yang rusak dan dilanjutkan dengan penambalan
  • Penyakit pada jaringan gingiva (gusi), solusinya dengan melakukan pembersihan kotoran (plak, kalkulus, stain) pada gigi dengan terapi scaling atau kuretase.
  • Tumbuhnya gigi impaksi (gigi yang tumbuh tidak normal akibat kekurangan ruang di gusi), solusinya dengan melakukan prosedur odontektomi
  • Gigi yang patah akibat trauma, solusinya bisa berupa pencabutan atau pembuatan gigi mahkota
  • Pulpa gigi yang terinfeksi, solusinya dengan perawatan pulpa terdiri dari pulpektomi, pulpotomi, pulp capping, dan lain-lain
  • Kelainan rahang, solusinya dengan melakukan koreksi oklusi melalui perawatan orthodontik
  • Akar gigi terbuka akibat gusi yang resesi (melorot), solusinya dengan melakukan perawatan periodontik
  • Indikasi adanya penyakit jantung seperti angina atau infark miokard, solusinya dengan meringankan atau menghilangkan penyebabnya
Keganasan atau parahnya nyeri dapat digolongkan mulai dari nyeri ringan sampai nyeri yang hebat. Nyeri ini dapat dirasakan secara kronis atau sporadis. Nyeri pada gigi bisa bertambah parah akibat adanya aktivitas pengunyahan atau adanya rangsangan suhu panas atau dingin. Pemeriksaan menyeluruh dengan diagnosa radiografis sangat membantu untuk menemukan penyebab dari nyeri yang terjadi. Nyeri yang parah bisa dianggap sebagai kegawatdaruratan kedokteran gigi.

Nyeri yang biasa terjadi pada kondisi khusus akibat perubahan tekanan disebut Barodontalgia. Barodontalgia ini banyak terjadi pada pekerja-pekerja dibidang kelautan dan penerbangan yang sering menghadapi perubahan tekanan secara ekstrim akibat perubahan ketinggian atau kedalaman.

Untuk meringankan sakit gigi anda bisa mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung anti analgesik seperti antalgin, asam mefenamat dan lain-lain. Tetapi sifat obat ini hanyalah mengobati gejala, sementara penyebab sakit gigi tersebut tidaklah hilang. Sewaktu-waktu sakit tersebut akan muncul lagi dan biasanya bertambah parah. Sehingga untuk mengatasinya secara menyeluruh, penyebab dari sakit tersebut harus dihilangkan dengan secepatnya ke dokter gigi terdekat.

3 Responses to "Sakit Gigi"

  1. Pak dokter, anakku yg bungsu giginya patah karena gigit mainan, kubawa ke drg ternyata tidak perlu ditangani apa2. Menurut drg-nya, krn mash gigi susu jd tdk masalah, apa benar begitu?

    Makasih sebelumnya ya...:)

    ReplyDelete
  2. InsyaAllah tidak apa2..efek paling riskan dari patahnya gigi anak mbak palingan terpengaruh sedikit pada susunan giginya. Tapi efeknya tidak signifikan...

    ReplyDelete
  3. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Kedokteran di UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Yogyakarta
    :)

    ReplyDelete