Belum dapat yang anda cari? Coba ketik disini, kali aja dapat.....

| 0 comments ]


Sinus Maxillaris


Batas-batas
- Medial : tulang hidung
- Atas : dasar orbita
- Posterior : tuberositas maksila
- Anterior : Fossa kanina
- Inferior : atap rongga mulut

Batas mukosa
Sinus yang sehat dikelilingi dengan epitelium respiratori yang kolumnar, bersilia, dan pseudo-stratifikasi

Persarafan dan suplai darah
1.Dipersarafi cabang kedua trigeminus; n.palatinus mayor, nasalis posterolateral, dan semua n.alveolaris superior cabang n.infraorbitalis
2.Suplai darah dari a.maksilaris melalui a.infraorbitalis,a. Palatina mayor,a. Alveolaris posterosuperior dan anterosuperior

Tipe-tipe Antrum
1. Normal : dasar sinus sama tinggi dasar hidung
2. Luas : dasar sinus lebih rendah dari pada dasar hidung
3. Kecil : dasar sinus lebih tinggi dari pada dasar hidung

Patofisiologi
Radang : meningkatkan jlh sekresi dan edema pada mukosa sinonasal, penyumbatan ostium sinus drainase tgg, penurunan tek oksigen dan proliferasi bakteri patogen
Sinusitis akut : demam, lemas, sakit kepala samar2 rasa bengkak pd wajah dan sakit pd gigi2 posterior
Sinusitis kronis : sakit kepala, rasa penuh/bengkak pd muka, hipersekresi mukopurulen

Mikrobiologi :
Steptokokus pneumoniae, s. Pyrogens, Stafilokokus aureus, Hemofilus influenzae

Patologi :
Kista bersekret, mucocele, pyocele, dislpasia fibrus, fibroma osifikasi

Neoplasia :
berasal dr glandula asesoris yg tdpt dlm lapisan sinus ; karsinoma pada infrastruktur

Trauma :
Cedera yang mencapai sinus pada le fort I & II, fraktur sigomatiko kompleks, Blow-out orbita, fraktur Prosesus alv.maksila posterior.

Diagnosis Penyakit Sinus dan trauma
Evaluasi klinis : Kultur nasofaringeal atau nasal posterior terdapat Stafilokokus
Radiografi : dengan proyeksi waters pada sinusitis akut opasifikasi dan batas udara atau cairan, sinusitis Kronik penebalan membran pelapis
Tomografi/CT: sangat membantu dalam mendiagnose fraktur dinding dasar orbita, penggambaran luas lesi ganas/jinak
Biopsi : dilakukan dgn pembukaan pada region fossa kanina

Penatalaksanaan penyakit sinus
Obat-obatan : ampisilin atau sefaleksin, efektif untuk bakteri gram + & -, antimikotik/ampotericin B, dekongestan, pseudoepinephrine, tetes hidung
Infeksi : bila dari infeksi gigi maka perawatan dari sumber absesnya, td antibiotik , insisi dan drainase.
Prosedur Caldwell-Luc: Sinusotomi dgn membuat jalan masuk peroral ke sinus maksilaris melalui fossa kanina
Pemasangan pack Caldwell-Luc : plester kasa ukuran ¼ s/d 3/8 inci diisi salep antibiotik (bacitracin) dimasukkan melalui jendela nasoantral yang dibuat pd meatus nasalis inferior.
Hemimaksilektomi : pemotongan sebagian maksila pd lesi jinak yang merusak dan ganas yang invasif
Prognosis keganasan : kadang kambuh dalama jangka 2 tahun
Trauma : tandanya opasifikasi akibat perdarahan kedalam sinus dan fraktur ddg lateral

Sinus pada Bedah Dentoalveolar
Jalan masuk sinus : Cara pendekatan terbaik untuk mencegah terjadinya lubang secara tdk sengaja adalah pengambilan gigi rahang atas secara bedah apabila bukti2 klinis ataupun radiografis menunjukkan bahwa sinus rentan terhadap cedera.
Pergeseran : gigi atau ujung akar gigi atau frakmen pergeseran ke arah sinus, maka tindakan drg adalah foto rontgen, pemberian antibiotik yang tepat, dekongestan sistemik, tetes hidung dan analgetik.

Fistula Oroantral
Kadang Didefinisikan sebagai lubang sinus yang bertahan lebih dari 48 jam
Etiologi : lubang terbentuk setelah pembedahan, trauma pada sinus, jarang akibat cacat perkembangan, akibat infeksi
Penutupan secara bedah : Keberhasilan penutupan lubang oroantral dengan cara pembedahan tergtung pd pengontrolan infeksi sinus, pengambilan jar sinus yang berpenyakit dan drainase nasal yang memadai
Kontrol infeksi dgn antibiotik (ampisilin), dekongestan sistemik, tetes hidung.

Readmore
| 0 comments ]

When you think about one of the most valuable things in this world, you must think one of them is GOLD. Nowadays Gold became one of the most worth metal in this world. Gold also can be function as an asset for yourself and your beloved family. It can be added too to your retire plan. Gold is the only currency that is not under the control of any government and, therefore, which can not be influences by the politicians.

I have found a website named goldcoingains.com. They provide you guide and give you many explanations about gold coins according what you want, and which you prefer. The excess global liquidity and money supply growth (M3) are causing a real devaluation of the greenback. So the best alternatives for you are gold 401k, 403b, and Pension Plans. In Europe, interest rates are below inflation and are therefore negative. The money supply growth and inflation are the main reasons that the "paper money loses value every day”. So again the solution for you is gold IRA, and “how to put gold in an IRA”? You can find it at goldcoingains.com!

IRA gold is the best method to invest because gold is a safe value in a scenario of crisis. While diversification, such as bonds and shares of alternatives, they often fail during times of tension and instability of markets, gold has proven to improve the performance of portfolios in times of financial stability and instability during the last 5000 years. At goldcoingains.com, I prefer 401k gold package, because this choice in my opinion, give you many advantages.

Readmore
| 0 comments ]

Tom one of the most respected actor in the film industry, beside an actor, Tom Hanks is a director, scriptwriter and producer, and it seems that everything is fit in him. He has been gift two Oscars for Philadelphia and Forrest Gump, plus three other nominations. And her charm has made it one of the most beloved by the public.


Thomas Jeffrey Hanks (July 9, 1956) actor and producer of the Oscar winner and Golden Globe award, considered one of the most versatile and talented in the history of cinema. It is also the only player in the second half of the twentieth century that has two Academy Awards in a row.

Tom Hanks made his first contact with their interpretation during school time, and continued with his performances when he entered the university. Over time, if he stopped being an actor to become a hobby vocation. So Tom decided to leave school to pursue acting professionally.

He debuted in cinema in 1980 with know that you're alone, a thriller series that became more B penalty glory. Shortly after he was offered a role in the Bosom Buddies: The success of the series that made Tom Hanks's name became popular.

His first prominent work on the big screen was the comedy One, two, three ... splash, which starred with Daryl Hannah into a mermaid. In the following years was involved in a series of films rather smaller than allowed to gain audience with a naturalness and sense of humor. And in 1988 came the comedy Big, in which he gave an amusing interpretation of a child trapped in an adult body, which earned him an Oscar nomination.

1993 brought another big hit with the romantic comedy “Something to Remember” where for the second time coincided with Meg Ryan: they had worked together on Joe to the volcano, in “You’ve Got Mail”. Established as an actor and comedian, in the same year he won the respect of critics and his first Oscar with his portrayal of a lawyer having AIDS in the drama Philadelphia.

A year later he capture again for the Oscar in his role at the hit “Forrest Gump”, becoming the first actor in over 50 years to get two consecutive statuettes. And would not be his last contact with the Academy Awards and was also nominated for “Saving Private Ryan” (1998.

Moreover, Hanks made his debut as a director on television in the early 90s. In 1996, after the camera was released in the cinema, directing, writing and playing “The Wonders”. Since then he has continued in line with the success of the Coen brothers' “Ladykillers” and “The Terminal,” which shares parts with Catherine Zeta-Jones.

His latest work is The Da Vinci Code, to the big screen adaptation of a literary bestseller that stars with Audrey Tatou and Jean Reno.

Please nominate me in the Best of the Best Awards :

Best of the Best Awards
BoB Awards

Readmore
| 0 comments ]

Keterangan : Gambar kista lateral periodontitis
]
Merupakan lesi lesi umum yang menghasilkan destruksi lokal jaringan periodontal. Sepanjang permukaan lateral yang paling sering daerah caninus, premolar dan mandibula.

Etiologi :
1.Kista odontogenik yang disebabkan oleh proliferasi sel-sel epitel mallazes, stimulus yang mengawali aktvitas seluler belum diketahui.
2.Kista odontogereus lateral terdapat pada rahang setelah erupsi gigi
3.Kista primordial dari benih gigi supernumerary teeth.
4.Stimulasi dari sisa-sisa sel epitel lig. Period. Atau dari pulpa melalui sal. Akar aksesori atau tambahan.

Kista periodontal umumnya bersifat asimptomatis dan tanpa menunjukkan perubahan yang dapat dideteksi, namun bisa muncul sebagai pembengkakan lemah yang terlokalisasi.
Secara radiografis jika kista periodontal berada di interproksimal maka nampak pada sisi akar sebagai daerahh radioluscent yang dibatasi oleh garis radiopaq. Penampilan radiografisnnya di bedakan dari abses periodontal.

Secara mikroskopis garis kista mungkin merupakan :
Epitel yang telah berfroliferasi yang telah menebal dan tidak mengalami keratinisasi dan tidak teratur.
Epitel non keratinisasi yang tipis
Suatu keratosis odontogenik

Readmore
| 1 comments ]


Anatomi sendi temporomandibular : Rongga sendi superior, meniscus, rongga sendi inferior, capsula, muskulus pterygoidues lateralis superior.
Otot yang terlibat :
1. Muskulus maseter terdiri dari 2 bagian, superfisial dan dalam, fungsinya mengangkat mandibula ke muka, ke atas dan ke belakang.
2. Muskulus temporalis, fungsinya menutup mulut dengan menarik mandibula keatas
3. Muskulus ptrygoideus eksternus td 2 venter yi : V.superior dan v. Interior
4. Muskulus pterygoideus internus, fungsinya mengangkat mandibula dan menggerakkan kelateral, gerakan protrusif dan gerakan membuka mulut
Selain itu otot pembantu antara lain : m. digastrikus, stilohiodeus, milohiodeus, geniohiodeus, buksinatorius dan platysma mylohiodeus


Miofacial pain dysfuntion syndrom
Gangguan fungsi sistem mastikatorius yang melibatkan interaksi otot, sendi dan geligi.
Konsep teori :
1.Teori hibrida : kombinasi faktor oklusal dan emosi
2.Teori oklusi : ggn fungsional diakibatkan oleh adanya disharmoni antara sendi, otot dan geligi
3.3. Respon otot : pada umumnya pada penderita dengan otot mastikatorius yang hiperaktif.
Gejala klinis ; rasa sakit, kelemahan otot, cliking, terbatasnya gerakan mandibula
Perawatan : komunikasi, latihan, occlusal adjusment, terapi lokal, evaluasi psikologis dan pembuatan bite-plane

Pengertian Subluksasi
Definisi : perpindahan tempat diskus kondilus
Etiologi : Trauma akut, kronis dan penyakit
Gambaran klinis : Unilateral/bilateral, clicking (Khas), locking, closed lock, sakit menyebar ke daerah temporal, retro orbital, occipital, dan ke leher, rasa tidak enak pada daerah sekitar sendi, pembatasan gerakan, ketegangan wajah dan cemas.
Perawatan :
1. Reposisi : tekan ke bawah dan tarik ke depan
2. Physiotherapy
3. Pemberian obat-obatan
4. Pembatasan gerakan
5. Pemakaian anterior reposition appliances
6. Disectomi

Komplikasi disektomi
Terputusnya n. Fasialis. Ankilosis, trauma pada n. Palpebra superior, terjadinya suatu psoses degeneratif, kemungkinan terjadi deviasi mandibula kearah bagian yang dioperasi
Diagnosis
Anamnese, pem. Klinis, radiologis, condylar pathways

Kelainan perkembangan
1.Mandibulofacial dysostosis : mandibula terlihat hipoplastik, ramus mandibula lebih pendek
2.Hemifacial microsomia : ditandai aplasia/dysplasia, pada ramus mandibula dengan tanpa kondilus.
3.Developmental condylar agenesis
4.Double mandibular condyle; biasanya terjadi unilateral
5.Hiperplasia kondilus unilateral; asimetris wajah, deviasi mandibula kearah normal, unilateral
6.Hipoplasia kondilus sekunder.

Dislokasi kondilus
Keadaan kondilus yang terfiksasi diluar fossa glenoidalis, anterior, medial dan posterior, unilateral/bilateral, akut atau kronik.
Dislokasi ke anterior :
sering terjadi, kondilus terkunci di depan emenentia karena spasma otot temporalis, pterygoideus internus dan maseter
Gjl klinik : dagu lebih kedepan bawah, sakit dan sukar membuka mulut, sulit berbicara, salivasi, gigitan terbuka, dislokasi unilateral, deviasi mandibula kearah normal
Dislokasi ini biasanya terjadi intra kapsular, shg merusak kapsula, diskus maupun ligamen.

Arthrosis
Sebagai awal rhematoid artritis
Etiologi masih belum diketahui, manifestasi klinik ggn pengunyahan, rasa sakit kedaerah temporal, supra orbital dan oksipital, unilateral/bilateral, sukara buka mulut dan clicking, radilogis kondilus flattening, perforasi diskus artikularis
Perawatan : physioterafi, heat treatment, obat-obatan, analgetik, m.relaksan, latihan, imobilisasi sementara, occlusal adjusment, bite splint, intra artikular injection dengan scleroting solution, kondilektomi

Rhematoid arthritis
Etiloginya : diduga akibat inflamasi pd sendi, faktor yg harus diperhatikan al, trauma, kelelahan, emosi dan penyakit infeksi sep, pneomunia, rhematoid fever
Gbr klinis : akut, sakit hebat, preauricular membengkak, lunak, gerakan aktif atau pasif akan menambah sakit. Kronik, gerakan nterbatas, sakit berkurang, morning stiffness
Radiologi : destruksi kaput kondil, penyempitan ruang sendi.
Perawatan : physioterafi, analgetik, antiinflamasi, penyuntikan hidrokortison intra kapsular, perbaiki oklusal disharmoni, kondilektomi.

Ankilosis
Keadaan kesukaran membuka mulut akibat spasma otot, tdk melibatkan struktur sendi.
Pseudo ankilosis/fibrous ankilosis akibat adanya fibrosis pd ruang sendi.
True ankilosis : sukar buka mulut akibat penulangan pd ruang sendi.
Penyebab ankilosis : miogenik, neurogenik, psychogenik

Macam2 trismus :
Muscular trismus : akibat infeksi perikoronal, abses submaseterikus, post sigomatikus dan pterygomandibula
Muscular atrophy : akibat disfungsi mandibula
Myositis ossificans : ossifikasi serabut otot.
Tetanus
Tetanus neurogenik : neorosis, epilepsi, trauma otak
Trismus histerikus :akibat psychogenik

Readmore
| 1 comments ]



TRANSPLANTASI
Sutau teknik dalam memindahkan jaringan / organ dari suatu posisi anatomi dan menempatkannya pada posisi yang lain baik dari individu yang sama maupun dari individu yang berbeda.

REPLANTASI
Suatu teknik mengembalikan jaringan atau organ ke posisi semula.

TRANSPLANTASI GIGI adalah :
Operasi pengambilan gigi yang kemudian menanamnya kembali pada soket gigi yang lain, dapat dalam rongga mulut yang sama maupun dari rongga mulut yang berbeda.

TRANSPLANTASI =Grifting / Pencangkokan /Implant.
Bila jaringan yang dipindahkan adalah jaringan hidup, digunakan istilah GRIFTING / PENCANGKOKAN
Pemindahan jaringan tidak hidup atau pada transpalntasi jaringan yang meskipun saat dilakukan pencangkokan menjadi mati, disebut IMPLANT

BERDASARKAN ASALNYA TRANSPLANTASI DIBEDAKAN ATAS TIGA KATEGORI :
1.Transplantasi Otogenus (Otograf). Jaringan yang ditransplantasikan berasal dari individu yang sama atau kembali kepada pemiliknya
2.Transplantasi Homogenus (Homograft). Jaringan yang ditransplantasi diambil dari donor yang lain berasal dari species yang sama.
a.Allograft / Allogenus. Di mana jaringan yang diambil berasal dari donor yang tidak ada hubungan keluarga dengan resipien
b.Isograft / Iogenus homograft. Jaringan yang diambil berasal dari donor yang mempunyai hubungan keluarga dengan resipien.
3.Transplantasi Heterogenus (Xenograft). Jaringan yang ditransplantasi berasal dari species yang berlainan.

PERSIAPAN SEBELUM TRANSPLANTASI
a.Pemerikasaan laboratoriu (urine dan darah)
Fungsi hepar perlu dilakukan pemeriksaan sebelumnya, karena fungsi tersebut menentukan imunitas organ tersebut.
Golongan darah harus berasal dari rhesus yang sama.
b.Pemeriksaan tambahan.
Pemeriksaan system imunitas
Pemeriksaan RO foto terutama pada transplantasi tulang

Organ-organ yang dipindahkan tidak lebih dari 18 jam kecuali jika disimpan di Bank transplantasi. Yang terbaik 1-6 jam.

ADA 2 HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN :
1.Donor – Pemberi
2.Resipien – penerima

SYARAT – SYARAT DONOR :
a.Donor tidak boleh berumur lebih dari 50 tahun
b.Hemodinamis harus stabil
c.Pada donor yang seing dilakukan transfuse berkali-kali tidak boleh, karena imunitas yang sudah berkurang.
d.Tidak boleh ada trauma pada organ lain terutama organ vital
e.Pada organ yang akan ditransplantasikan, tidak ada kelainan pada organ vita, ex. Meningitis, gagal ginjal, hepatitis.
f.Donor tidak boleh menderita penyakit spesifik. MIsalnya hepatitis, sifilis, HIV
g.Ada persetujuan dari keluarga donor maupun orang yang mendonorkan organnya.

SYARAT RESIPIEN
a.Seseorang yang menerima donor /organ yang akan diganti, belum dalam keadaan terminal.
b.Mempunyai stabilitas mental yang baik.
c.Harus sudah bersedia untuk dilakukan pemakaian obat imunosuppresant seumur hidup
d.Persetujuan keluarga dalam menerima donor.

Transplantasi Regio Oromaksillofacial.
1.Transplantasi organ gigi
2.Transplantasi tulang
3.Transplantasi jaringan lunak.
Organ gigi :
Transplantasi
Replantasi.
REPLANTASI GIGI
a.tidak ada keluhan pada gigi tersebut terutama patah pada 2/3 bagian akar, patah bagian mahkota.
b.Jika patah 1/3 ujung akar mungkin bias dilakukan, namun sebelumnya dilakukan perawatan endo .
c.Soket dibersihkan dengan baik. NaCl 5 % dan difiksasi.
d.Replantasi dilakukan juga pada penderita impaksi, di mana gigi masih utuh dan letaknya salah.
e.Hati-hati, karena lubang tempat memasukkan akar tidak sesuai, diharapkan trauma yang terjadi seminimal mungkin.
f.Kadang terjadi hiperpigmentasi pada penyembuhan gigi tersebut.

FAKTOR PENUNJANG KEBERHASILAN TRANSPLANTASI
1.Umur pasien , <>kering
4.Buka flap, hindari kerusakan gigi
5.Setelah dibebaskan biarkan tetap dalam soket hingga daerah penerima siap.
6.Bilas dengan saline solution normal yang steril, insersi dalam soket baru.
7.Fikasasi dengan kawat dan tutup dengan surgical pack di bukal dan lingual.

INSTRUKSI PADA PASIEN.
1.Kompres dengan es 10 menit, selama 20 menit
2.Tidak merokok
3.Jangan menarik bibir untuk melihat jahitan
4.Hindari sikat gigi pada daerah operasi
5.Makan makanan lunak dan hindari mengunyah langsung pada daerah operasi.
6.Hindari makanan panas/dingin.
7.hindari latihan fisik berat
8.Tidak kumur-kumur dengan kuat.
9.Dapat berkumur setelah 24 jam
10.5-7 hari-------->lepas jahitan
11.Pasien berkunjung ke dokter seminggu sekali selama 6-8 minggu, sesudah itu splint dapat dilepas.

KRITERIA BERHASILNYA TRANSPLANTASI.
a.Organ tersebut dapat menyatu dengan lingkungan baru
b.Bebas dari lesi periapikal/lesil lateral
c.Mampu melakukan fungsi kunyah efektif
d.Dapat memelihara hubungan otot dan hubungan maksilla mandibula secara fisiologis
e.Gambaran klinis dan radigrafi, seperti status gingival, ligamentum periodontal dan tulang alveolar ukuran panjang akar harus seimbang secara keseluruhan
f.Estetik dapat diterima.

Readmore
| 0 comments ]


Kista juga dapat terjadi di dalam rongga mulut. Mayoritas Kista adalah suatu ruangan/rongga pada jaringan lunak atau keras yang patologis yang dibatasi oleh suatu kapsul atau dinding yang pada umumnya berupa selaput epitel dan berisi suatu cairan/zat semi cair, sebagian ditemukan kosong dan sebagian berisi jaringan lunak (soft tissue)

Penyebab :
Distensi cairan = osmosis
Akumulasi matris seluler multifikasi sel epitel
Faktor resorbsi Hg = aktivitas enzim induksi prostaglandin
Proses radang / infeksi
Trauma
Gangguan pertumbuhan (kongenital herediter)
Obstruksi/retensi pada kelenjar liur, ruptur, dilatasi kel. ludah mayor / minor

Gejala:
Tanpa gejala kecuali infeksi sekunder
Benjolan tumbuh lambat
Krepitasi bila dinding tulang tipis
Fluktuasi bila menyebabkan erosi tulang secara sekunder
Cairan kolesterin warna kuning dan ludah
Warna seperti jaringan sekitar
Tidak dapat digerakkan dan dasarnya
Permukaan rata

Perawatan
Aseptik dan antiseptik
Anestesi lokal / umum
Flap ( ekstirpasi / seluruh / enukleasi) buat jendela (marsupialisasi)
Angkat seluruh dinding kista (enukleasi) + gigi penyebab. Angkat sebagian (marsupialisasi)
Irigasi
Penjahitan rapat (enukleasi), penjahitan sebagian ( marsup )

Readmore
| 0 comments ]


Banyak penyakit yang dapat terjadi di glandula saliva kita. Tentu saja untuk mengatasinya perlu bantuan dan supervisi langsung dari dokter spesialis bedah mulut atau minimal dokter gigi umum.

Sialadenitis akut : pembengkakan pd glandula yang terkena, nyeri dan hangat regio terkena, keradangan, aliran saliva keruh/purulen, demam.
Sialadenitis kronik : Pemeriksaan probing, pemijatan glandula, radiografi, tidak nyeri tekan, atrofik dan fibrosis noduler
Mucocele : fenomena kebocoran mukus, dpt diagnosis dari riwayat penyakit, keadaan klinis dan palpasi, pd anak dewasa muda, lesi fluktuan, tdk nyeri, perubahan bentuk permukaan mukosa, benjolan kecil 1 atau 2 cm
Ranula : fenomena retensi duktus pd glandula sublingualis, dgn gambaran khas pd dasar mulut, mukosa tipis, meregang dan kadang transparan
Neoplasia : dideteksi dgn adanya massa yang kaku, tdk nyeri dalam glandula atau pembengkakan. Keganasan pada glandula submandibularis cenderung meluas ke mandibula. Metastase neoplasia dapat mengenai limfonodus parotidea, submandibularis. cervicalis, supraclavicularis.
Metastase melalui aliran darah ke paru-paru berkaitan dengan adenokarsinoma dan tumor2 mukoepidermoid.
Trauma : Lesi traumatik dapat melibatkan duktus atau parensim. Kegagalan penutupan duktus maka terbentuk fistula saliva. Cedera paling sering adalah pada glandula saliva minor bibir bawah sehingga terbentuk mucocele

Penatalaksanaan penyakit2 glandula saliva
Eksisi mococele : di eksisi dengan memakai modifikasi teknik elips, menebus mukosa, diluar batas permukaan dari lesi. Batas mucocele dengan jaringan sehat mudah diidentifikasi, lesi dipotong dengan teknik gunting, pengambilan gl.mukos asesoris, penutupan dengan jahitan terputus.
Marsupialisasi ranula : dgn pembuatan jendela pada lesi dibawah anestesi blok dan infiltrasi regional, pada tepi lesi ditempatkan rangkaian jahitan, lakukan drainase dengan menekan lesi, tutup luka operasi dgn kasa uk 3/8 inci dan dilepas setelah 48-72 jam.
Ranula kambuhan : Bila lesi mengalami kekambuhan maka dilakukan pemotongan glandula saliva yang terlibat (glandula sublingualis)
Mumps : Parotitis akut (virus), terjadi pada anak dibawah 15 thn, melibatkan gl.parotidea dan submandibularis. Perawatannya istirahat, analgesik, dan hidrasi secukupnya, kdg2 dgn vaksin mumps.
Parotitis kambuhan : diberikan antibiotik berdasarkan hasil uji sensitivitas dan kultur.
Parotitis akut : rasa sakit mendadak, kemerahan, pembengkakan daerah parotis. Terapi antibiotik intravena (methicillin, nafcillin, sodium oxacillin), penambhan cairan, kompres hangat, analgesik, perbaiki OHnya, perbaikan terjadi 48 jam kemudian. Bila infeksi berkembang dilakukan tindakan bedah insisi dan drainase
Sialadenitis supuratif : jarang terjadi pada glandula submandibularis, penyebabnya sumbatan duktus dari batu saliva atau benturan lansung pada duktus, Kultur sekresi purulen untuk menentukan antibiotik yang diberikan, jika batu terletak pd bagian distal duktus (intraoral) batu harus dikeluarkan, kadang glandula harus dipotong.
Sialadenitis akut : terjadi akibat kerusakan atau pembentukan jaringan parut atau perubahan fibrotik pd glandula, kultur saliva untuk pemberian terapi antibiotik yang sesuai, probing (pelebaran duktus), bila perlu ekstirpasi glandula.
Sialolitotomi : pengambilan sialolit dengan anestesi blok lingual dan infiltrasi, tempatkan jahitan pd bgn posterior batu, diatas sialolit dibuat insisi pada mukosa, dan setelah duktus terlihat kemudian dipotong longitudinal, batu diambil dgn penjepit jaringan/hemostat kecil, irigasi saline steril, insisi mukosa ditutup tdk terlalu rapat, duktus tidak dijahit, jika pemerasan tdk memberikan aliran saliva, maka diindikasikan utk memasukkan selang polietilen. biarkan selang 2-3 hari shg aliran saliva normal kembali. Bila batu dekat dengan glandula/berada di glandulanya, maka penanganannya meliputi pengambilan glandulanya.
Neoplasia: Lesi jinak yang mengenai glandula saliva asesoris diterapi dengan eksisi local yang luas. Lesi pd palatum, eksisi periosteum dibawah lesi diperlukan, kekambuhan biasanya disebabkan penghancuran selubung oleh sel2 tumor dan adanya stroma myxoma. Adenoma pleomorfik kambuhan sering membutuhkan maksilektomi. Lesi neoplastik jinak glandula sublingualis dan submandibularis disertai parotidea biasanya diterapi reseksi subtotal
Keganasan : Lesi yang ganas, pembedahan merupakan terapi pilihan. Tumor ganas yang melibatkan gl parotidea dgn n. Facialis, glandulanya diangkat bersamaan sarafnya. Bila keganasan ke arah servikal dpt dilakukan diseksi leher radikal (pemotongan limfonodus). Kambuhan bisanya diterapi radiasi.
Putusnya duktus major : diatasi dgn reanastomosis mll pembedahan. Kunci keberhasilan terletak pada penentuan secara tepat lokasi ujung distal dan proksimal duktus yang terkena dgn memasukkan methelene blue, selipkan selang polietilen pada kedua ujung, ddg duktus dijahit diatasnya (dgn keteter 16,18 20 gauge), keteter 6– 10 hari dilepas. Aliran saliva diperiksa dgn jalan memeras glandula dan duktus.
Fistula : Fistula glandula saliva dirawat dgn cara eksisi dan menjahit daerah bekas eksisi atau kadang dilakukan pengikatan duktus agar terjadi atrofi glandula.

Readmore
| 0 comments ]

If you assume that the form of your Mac is too simple and plain. There is nothing you can do except revolutionize your wallpaper. Or for alternative you can find something else that can eliminate your bore.

I have found some good game in the internet. The games called Mac games; it’s really interesting to have fun on Mac games online. Whether you are skillful and expertise levels or you are newbie, Mac games are constantly fascinating your eagerness.

Tags : mac screensaver(), Mac games(), mac tennis games

Readmore
| 3 comments ]

Dalam jaringan periodontal (gusi sekitarnya), ternyata mengandung banyak sekali kehidupan mikroorganisme didalamnya. Bakteri flora normal ataupun bakteri yang sekedar numpang lewat, ramai dan berinteraksi di dalam jaringan periodontal kita. Sehat tidaknya jaringan gusi kita sangat tergantung dari keseimbangan dan harmonisasi dari host dan bakteri. Mikrobiologi periodontal merupakan penjelasan singkat tentang kehidupan makhluk kecil di jaringan periodontal kita.

Secara umum, berdasarkan hubungan dengan gingiva margin plak terbagi menjadi :

1.Plaque supra gingiva :
2.Plaque subgingiva

Plak Supragingiva :
Terdiri atas :
plaque coronal : berkontak hanya dengan permukaan gigi
plaque marginal : berkontak pada permukaan gigi bagian gingival margin.

Plaque supra gingiva dapat dideteksi secara klinik bila telah mencapai ketebalan tertentu, akan tetapi dalam jumlah yang kecil tidak dapat dilihat kecuali dengan “disclosing solution”. Plaque teridiri dari : terutama MO yang berfloriferasi bersama dengan sel epitel yang tersebar, leukosit dan makrofag pada suatu matrix interseluler. Plaque mengandung 70-80% bakteri .Dalam 1 mg plaque mengandung 108 bakteri dan mempunyai susunan yang sangat kompleks.

Jumlah plque supra gingiva dapat ditemukan dalam waktu 1 jam setelah gigi dibersihkan dan akumulasi dari plak berhubungan dengan kecepatan pembentukan dan akumulasi dari plaque. Dimana kecepatan pembentukannya berbeda diantara individu baik pada gingiva yang berbeda dalam satu mulut dan pada permukaan yang berbeda dalam satu gigi.

Hal ini dipengaruhi oleh :
Makanan
Umur
Oral hygiene
Susunan gigi
Penyakit sistemik
Faktor host

Bagian plaque yang bukan bakteri disebut sebagai matriks inter bakteri meliputi hampir 20-30% vol. Plaque. Bagian organik dari matriks ini adalah : protein dan polisakarida 30% dan lipid 15%. DEXTRAN : merupakan komponen karbohidrat terdapat dalam jumlah besar dalam matriks plaque supragingival. Kemudian komponen matriks lainnya adalah : levan,galaktosa dan metylpentosa dalam bentuk rhamnosa. Komponen anorganik matriks plaque supra gingival :kalsium.phosfor, dan sejumlah kecil maghnesium,potassium dan sodium.

Sebelum bakteri berkolonisasi pada permukaan gigi, didahului oleh suatu lapisan yang disebut pellicle. Pellicle merupakan struktur organik yang dapat berubah menjadi plaque dengan sangat cepat. Kolonisasi pertama adalah Coccus, dengan sejumlah kecil sel epitel dan polimorphonuclear leukosit. Mikroorganisme yang pertama membentuk lapisan monosel baik tunggal atau dalam kelompok kecil. Selanjutnya terjadi pertumbuhan bakteri bertambah dalam hal vol. Dan luas selanjutnya bergabung dengan sekitarnya.

Selama lima jam pertama bakteri melekat berproliferasi dan membentuk koloni kecil dari coccus yang disebut makro koloni yang selanjutnya plaque yang sudah sempurna ditandai dengan kompleksitasnya.
Perlekatan bakteri mulut sangat berbeda-beda dalam kemampuannya untuk melekat dengan permukaan mulut. Kemampuan ini bukan di sebabkan karena perbedaan kemampuan kecepatan pertumbuhan tetapi karena perbedaan kemampuan perlekatan bakteri.

Pada perkembangan plak 2 proses adhesi yang diperlukan
1.Bakteri harus melekat pada permukaan pellicle dan menjadi cukup melekat untuk menanggulangi tekanan pembersihan mulut.
2.Harus tumbuh dan melekat satu sama lain untuk memungkinkan penimbunan plak.

Perlekatan bakteri terjadi interaksi antara bakteri spesifik dan pellicle pada proses interaksi ini ditunjang oleh proses kimia dan fisik yaitu :

1.Tekanan elektrostatis : perlekatan bakteri pada pellicle email dapat terjadi melalui interaksi elektrostatis.
2.Interaksi hidrofobik : hubungan ini di dasarkan pada kesesuaian struktur yang dekat antara molekul-molekul.
3.Organik absolut : komponen organik dalam saliva dan cairan jaringan lainnya mempunyai pengaruh terhadap adhesi dan kolonisasi.

Interaksi molekul plak pada permukaan plak sel bakteri mempunyai reseptor spesifik yang disebut ADHESIN dan reseptor ini bertindak sebagai bahan yang menyerupai LECTIN. Lectin bakteri akan mengenali struktur karbohidrat spesifik dalam pellicle. Semua mekanisme ini penting dalam perlekatan bakteri untuk tetap hidup dalam lingkungan yang kompleks.

Pertumbuhan dan Proliferasi bakteri.
Bila pellicle menjadi penuh dengan tempat ikatan bakteri pertumbuhan selanjutnya akan menyebabkan pertumbuhan abkteri dan meningkatkan massa plak. Komposisi dan patogenesis plak gigi tergantung faktor bakteri, lingkungan dan hostnya.
Contoh beberapa mikroorganisme :
S. Sanguis
S. Mutans
S. Mitis
S. Salivarius

Dan beberapa spesies laktobasilus mempunyai kemampuan untuk membentuk polymer ekstra seluler dari KH dalam bahan makanan. Polisakarida ekstraseluler ini tidak larut dan menyebabkan meningkatnya adhesi bakteri salah satu polisakarida ekstraseluler yang dihasilkan S. Mutans. Glucan yang sifatnya lengket dan tidak larut sehingga menyebabkan media terperangkapnya MO nonspesifik lainnya dari cairan mulut yang dapat menyebabkan peningkatan penimbunan bakteri-bakteri lainnya.

Fermentasi KH menghasilkan PH yang rendah dan lingkungan yang bersifat asam, jadi hanya bakteri yang dapat hidup dalam lingkungan seperti itu akan membentuk koloni yang banyak jumlahnya yang menyebabkan plak supra gingiva menjadi kariogenik. (terjadi karies). Oksigen yang dihasilkan merupakan ekologi penting karena mempengaruhi kemampuan bakteri plak untuk tumbuh dan bertambah banyak. Contoh streptococcus dan laktobacillus tumbuh pada keadaan fakultatif dimana menggunakan sebagian besar oksigen dan menghasilkan produk destruktif yang sangat reaktif.

Bila terjadi penimbunan bakteri seperti dalam plak yang sudah sempurna, jumlah oksigen menjadi sangat kecil yang memungkinkan pertumbuhan bakteri yang sudah didominasi oleh anaerob obligatif.
Pembentukan plak supragingiva hampir semua nutrien disediakan saliva Streptococcus dan Sp. Actynomices menggunakan KH dari saliva sebagai nutrisi.Selanjutnya setelah mendapat tempat yang tetap, bakteri ini akan menghasilkan senyawa yang dapat merupakan nutrisi penting dan faktor pertumbuhan untuk MO lain. Interaksi nutrisi diantara bakteri penting untuk keberhasilan mikroba pada proses maturasi dari plaque supra gingival. Mekanisme yang lain produksi  bacteriosin oleh species tertentu akan dapat mempengaruhhi ekologi bakteri dengan meningkatkan atau menghambat inflantasi bakteri tertentu.

Faktor Host
Mekanisme pembersihan seperti aliran saliva, pengunyahan dan gerakan lidah dan pipi, penting dalam mengontrol plak supragingival.Saliva memberikan efek utama terhadap metabolisme dan komposisi mikroba plak gigi. Selain pasokan KH sebagai nutrisi penting untuk bakteri spesifik, saliva sendiri mengandung beberapa bahan penghambat bakteri seperti :
Laktoperoksidase
Laktoferin
Lyzosym

Semuanya untuk mencegah tetapnya organisme yang sensitif. Respon imun host juga mempengaruhi komposisi plak gigi. Komponen imun berasal dari sekresi mulut, terutama Ig.A yang di sekresi  gland. Salivarius bekerja terutama mencegah perlekatan bakteri.Antibodi dalam caoran crevicular, bersama-sama dengan leukosit dan komponen imun lainnya seperti, komplemen berfungsi : terutama dalam subgingival sebagai suatu respon oleh adanya antigen dalam lingkungannya (mikro).

Makna klinis plak supragingival.
Apabila kumpulan mikroba ini pada permukaan gigi dapat dicegah, maka gingiva menjadi sehat. Apabila plak dibiarkan bertumbuh maka akan mengakibatkan gingivitis. Selain itu dapat pula mengakibatkan pembentukan lingkungan MO yang memungkinkan perkembangan plak supragingival.
Itulah sebabnya plak supragingival sangat mempengaruhi pertumbuhan, penimbunan patologi dari plak subgingival, khususnya tahap awal gingivitis dan periodontitis.

Plak Subgingiva
Kolonisasi organisme subgingival dan poket periodontal , berbeda dengan organisme plak supragingival. Gambaran morfologi sulkus gingiva dan poket periodontal menyebabkan mekanisme pembersihan alami kurang terlibat didalamnya. Hal ini menyebabkan maturasi dari penimbunan plak supragingiva, yang menyebabkan perubahan inflamasi yang dimodifikasi hubungan anatomi dari gingival margin dan permukaan gigi. Menghasilkan lingkungan baru yang terlidungi supragingival dan terdapat cairan gingival. (crevicular fluid).

Epithel, sel inflamasi dan produk akhir bakteri akan mempengaruhi proporsi MO subgingival.Organisme dapat melekat pada bakteri lain, gigi, lumen poket, epitel poket. Pada lumen poket MO akan langsung berhubungan dengan nutrien yang terdapat dalam cairan gingiva. Lingkungan yang mereduksi oksigen sedikit yang dapat menyebabkan hanya MO yang anaerob dapat tumbuh dengan cepat.

Perlekatan baktei supragingival pada permukaan gigi. Pada bagian ini struktur dari plak subgingival = supragingival. Lapisan sebelah dalam yang melekat pada permukaan gigi didominasi oleh flora, garam positif bentuk batang dan cocci. S. Mitis,S.Sanguis, Eubakterium, Bifidobacterium, Bakterioma Mathruchotii dan spesies lain. MO gram negatif bentuk batang dan cocci yang selalu ditemukan pada perlekatan plak ini. Komponen dari subgingival plak berhubungan dengan deposisi dari garam mineral dan pembentukan kalkulus, karies akar. Bila organisme berlebihan pada tempat ini misalnya. A. Israelli, A.Naeslundii ditambah monokontaminan pada tikus yang bebas kuman  membentuk pertumbuhan plak bakteri dan karies akar, hilangnya tulang alv. Tampak oleh adanya penekanan pada osteoblas.

Plak subgingival yang berhubungan dengan epitelium. Komponen dari plak subgingival yang tidak melekat erat terletak pada hubungan langsung dengan epitel gingiva ke gingival margin sampai ke epitel junction. Satu bagian berkontak dengan epitel dan bagian lain pada lumen poket yang mengandung bakteri gram negatif bentuk batang cocci, bakteri berflagel dan spirochaeta.
Organisme ini tidak tersusun dalam pola spesifik. Berbeda dengan komponen non bakteri lainnya.

Bila organisme dari subgingival ditanam pada binatang percobaan yang bebas kuman dengan monokontaminan --> periodontitik phatik. Proporsi zona subgingival tampak berkaitan dengan sifat dan aktifitas penyakit yang ada pada tempat tertentu. Pada lesi yang berkembang cepat seperti localized juvenile periodontitis, komponen plak subgingival yang berkaitan dengan gigi tampak sedikit.

Poket periodontal ini mengandung hampir seluruh organisme gram negatif yang membentuk zona plak subgingival yang berkontak dengan epitel bertambah luas. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa plak yang berdekatan dengan epitel sulcus dan junctional epitel merupakan bagian yang pertama  lesi periodontal berkembang.Pemeriksaan lebih jauh mengenai plak subgingival  sifat khas masing-masing komponen.

Merupakan hal yang penting untuk memahami hubungan kelompok MO tertentu dengan penyakit plak subgingival yang berkaitan dengan gigi --> penting dalam pembentukan kalkulus, karies akar subgingival dan destruksi periodontal yang berkembang lambat. Sedangkan komponen bakteri yang tidak melekat berkaitan dengan destruksi periodontal cepat.

Karies akar subgingival berasal dari plak subgingival yang berkontak dengan permukaan akar. Plak pada permukaan kalkulus dapat merupakan jalan masuk ke dalam jaringan periodontal  karena iritasi dan trauma terhadap epitel poket tipis telah mengalami inflamasi yang disebabkan oleh kalkulus.

Readmore
| 0 comments ]


Untuk beberapa kasus, metode terapi seperti skeling dan kuretase tidaklah cukup untuk mengoreksi masalah periodontal. Diperlukan semacam tindakan bedah untuk memperbaiki keadaan jaringan periodontal tersebut.

1.Laterally positioned flap 
Untuk :
Menutup permukaan akar yang terbuka
Melebarkan zone attached gingiva

Tahapan :
Persiapan daerah operasi (resipient site)
Buat incisi yang berbentuk segi empat.
Poket & jaringan gingiva margin yang terdapat pada daerah sekitar permukaan akar yang terbuka diangkat.
Incisi 2 – 3 mm dari kedua tepi lateral derah resesi serta cukup ke arah apikal.
Jaringan diangkat tanpa merusak jaringan periosteum dibawahnya

Persiapan flap (donor site)
Daerah donor dipilih pada jaringan yang sehat, tanpa penetrasi /dehisence serta cukup memiliki lebar dari zone attached gingiva.
Buat partial thickness flap
Incisi vertikal kemudian flap diangkat

Flap dipindahkan kerecipient site
Menggeser flap ke arah lateral yaitu ke recipient site
Jaringan flap diletakkan pada gingiva & alveolmukosa disekelilingnya kemudian dijahit
Teknik penjahitan menggunakan interupted sutures

Pemasangan periodontal pack
Daerah donor & recipient ditutup pack selama satu minggu


2.Apically positioned flap 
Untuk :
Mengoreksi poket
Melebarkan zone attached gingiva,
Mendalamkan vestibulum
Merubah posisi frenulum

Tahapan :
Buat incisi vertikal, mulai dari gingiva margin hingga ke fornix vestibulum
Internal bevel
Incisi dari bevel dimulai dari puncak gingiva margin hingga puncak dari labial plate dari tulang
Incisi dilanjutkan dari dasar internal bevel tadi hingga ke puncak fornix dari vestibulum. Buat partial thickness flap
Epitel lining & jaringan dibawahnya yang merupakan dinding dalam dr poket kita buang
Semua deposit yang melekat pd permukaan akar dibersihkan
Flap dipindahkan ke apikal
Flap dijahitpd kedua sisilateral danbagian koronal
Daerah operasi ditutupdg periodontal pack

3.Coronally positioned flap 
Untuk :
Merawat poket
Menutup permukaan akar yang terbuka
Mengusahakan reattachmnet antaraggv dan permk akar

Tahapan :
Buat internal bevel untuk memisahkan dinding luar & dinding dalam dari poket
Buat full thickness flap, tanpa vertical incisi
Dinding dalam dari poket diambil & permukaan gigi dibersihkan serta dihaluskan
Flap digeser ke arah coronal
Setelah flap digeser,kemudian dijahit
Ditutup dengan pack selama seminggu

Readmore
| 0 comments ]


Food debris adalah sisa makanan yang terdapat dalam rongga makanan. Kebanyakan food debris terbentuk secara cepat oleh enzim, bakteri dan jelas pada oral cavity dalam 5 menit setelah makan tetapi tersisa pada gigi dan mukosa.

Flow saliva, gerakan mekanis lidah, pipi dan bibir dan bentuk kesejajaran pipi / gigi dan rahang mempengaruhi rata-rata adanya makanan yang mana dipercepat oleh peningkatan pengunyahan & viskositas yang rendah dari saliva.
Walaupun mengandung bakteri, food debris berbeda dengan lapisan bakteri plate dan materi alba. Dental plak bukan derivat dari food debris dan food debris bukan menjadi penyebab penting terjadinya gingivitis. Food debris berbeda dengan serat makanan yang berada pada area F.
Rata-rata pada oral cavity bervariasi sesuai type makanan dan individu. Cairan lebih jelas daripada yang padat, sebagai contoh mengkomsumsi gula dalam larutan air akan tersisa dalam saliva +- 15 menit.
Pada saat mengkonsumsi gula dalam bentuk padat akan berada dalam / selama 30 menit setelah dicerna.
Makanan yang melengket seperti halnya karamel dapat melekat pada permukaan gigi. Makanan yang kasar seperti wortel, apel cepat bersih. Mengunyah apel dan makanan berserat dapat efektif untuk menghilangkan food debris dari oral cavity walaupun pengaruhnya tidak bermakna dalam mereduksi plak.

Readmore
| 0 comments ]


Adalah sulcus gingiva yang mengalami pendalaman secara patologis. Sehingga merupakan gambaran klinis yang khas dari penyakit periodontal. Pembentukan poket yang progressif yang menyebabkan destruksi jaringan periodontal pendukung dan kehilangan serta ekspoliasi gigi.

Tanda dan gejala :

Tanda klinis adanya poket periodontal
Marginal gingiva merah kebiruan, membesar, tepi menggulung dan terpisah dari permukaan gigi
Zona vertikal biru kemerahan meluas dari gingiva margin ke attached gingiva bahkan kadang-kadang sampai ke mukosa alveolar.
Sampai putusnya dalam kontinuitas faciolingual dari interdental gingiva
Gingiva edema, perubahan warna mengkilat, hal ini berkaitan dengan permukaan akar yang terbuka.
Adanya perdarahan gingiva, keluarnya exudat purulen bila di tekan dari arah lateral
Keluarnya exudat purulen bila ditekan dari arajh lateral
Kehilangan , extrusi dan migrasi gigi
Diastema dimana tidak ada sebelumnya .

Poket periodontal umumnya tidak sakit namun bisa memberi gejala berikut :
Nyeri lokal atau sensasi trauma tekanan setelah makan yang menghilang secara bertahap.
Bau atau rasa tidak enak pada daerah yang terkena
Cenderung mempertahankan bahan-bahan
Cenderung mengisap-ngiasp sisa-sisa makanan yang ada pada daerah inter proksimal
Keinginan untuk menusuk-nusuk gingiva dan lega bila berdarah.
Terasa perih dan gatal pada gusi
Adanya keluhan bahwa makanan melekat diantara gusi/gigi tetangga dan terasa goyang.
Sensitif terhadap panas dingin serta adanya sakit gigi tanpa adanya caries.

Klasifikasi berdasarkan morf. Dan hubungan dengan struktur terdekat dibagi atas 2 yaitu :
1.Gingival poket a/ relatif poket / false poket / pseudo poket , dimana poket dibentuk oleh pembesaran gingiva + tidak terjadi kerusakan jaringan pendukung dibawahnya. Sulcus gingiva menjadi dalam karena bertambahnya ukuran gingiva. ( gbr. A )
2.Absolut poket / poket periodontal / true poket adalah poket yang terjadi karena kerusakan jaringan periodontal pendukung. ( gbr. B )

Terdiri atas :
a.supra boni pocket / supra crestal / supra alveolar
dimana dasar poket berada pada daerah koronal dari tulang alveolar. Di bawahnya belum terjadi destruksi tulang alv.
b.Infra boni / intra bone / subcrestal / intra alveolar
Dasar poket pada apikal terhadap level tulang alv. Yang terdekat. Pada tipe keduan ini dinding poket bilateral terletak antara kedua permukaan gigi dan tulang alveolar .
( gbr. C )

Perbedaan jenis – jenis poket :
A.Poket gingival : tidak ada kerusakan jaringan pendukung.
B.Supra bony pocket : dasar poket dibagian koronal dari permukaan atas tulang. Kerusakan tulang arah horisontal.
C.Infra bony pocket : dasar poket disebelah apikal dari tulang yang berdekatan, kerusakan tulang arah vertikal

Berdasarkan jumlah permukaan yang terkena, dapat dibagi atas :
Simple poket dimana hanya mengenai permukaan gigi
Compound poket : poket yang hanya mengenai 1 atau > permukaan gigi, dimana besar poket berhubungan langsung dengan marginal gingiva masing-masing permukaan yang terkena poket : bukal, distal, mesial, lingual pada satu gigi.
Complex poket / spiral poket / multiple poket spiral yang berasal dari satu permukaan gigi dan sekelilling gigi meliputi 1 atau > permukaan tambahan. Hubungannya dengan permukaan gingiva adalah pada permukaan gingiva dimana dasar poket tersebut berada.

Untuk mengetahui kompleks atau spiral dengan gutta point yang dimasukkan dari arah mana poket tersebut berasal menelusuri dinding lalu Ro. Sedangkan simple poket dapat dengan probe sonde .

Patogenese
Mikroorganisme dan produknya yang memproduksi perubahan jaringan patologis menyebabkan bertambah dalamnya sulcus gingiva, oleh karena :
Pergerakan marginal gingiva ke arah mahkota menghasilkan gingival poket / false poket
Migrasi junctional epithelium keapikal mahkota dan terpisahnya dari permukaan gigi = true poket
Kombinasi keduanya  produce infra bone poket.


Kandungan poket
Poket periodontal mengandung debris yang pada dasarnya terdiri dari mikroorganisme dan produk-produknya (enzim, endotoksin dan produk metabolisme yang lainnya), plak gigi, cairan gingiva, sisa makanan, saliva dan epitel berdesquamasi serta leukosit . Plak yang ditutupi kalkulus biasanya merupakan proyeksi dari permukaan gigi . jika exudat purulen muncul maka dia mengandung lekosit yang hidup yang mengalami degenerasi dan nekrotik (dominan PMN); bakteri yang hidup dan mati, serum dan sejumlah kecil fibrin.
Kandungan poket periodontal yang di filtrasi bebas dari mikroorganisme dan debris yang telah terbukti toksik jika diinfeksi secara sub kutan kedalam binatang percobaan.
Perubahan pulpa yang berkaitan dengan poket periodontal.
Penyebaran infeksi dari poket periodontal bisa menyebabkan perubahan biologis dalam pulpa.Perubahan seperti ini mempengaruhi gejalan rasa sakit atau mempengaruhi respon pulpa secara kurang baik terhadap prosedur restoratif .
Keterlibatan pulpa pada penyakit periodontal, terjadi baik melalui foramen apikal maupun kanal lateral pada akar setelah penyebaran infeksi dari poket melalui ligamentum period. Perubahan pulpa, inflamasi dan atrofik, terjadi dalam kasus-kasus seperti ini.

Hubungan antara resesi gingiva dan kehilangan tulang terhadap kedalaman poket
Terbentuknya poket dapat menyebabkan resesi gingiva dan telanjangnya permukaan akar gigi. Keparahan resesi pada umumnya tidak selalu berhubungan dengan kedalam poket.
Derajat resesi tergantung pada lokasi dasar poket terhadap permukaan akar gigi, sedangkan kedalaman adalah jarak antara dasr poket dan puncak gingiva. Kedalaman poket dapat sama tetapi mempunyai derajat resesi yang berbeda.
Kepadatan dari kehilangan tulang berkorelasi dengan kedalam poket. Tetapi hal ini tidak perlu terjadi seperti tidak ada poket tetapi terjadi kerusakan tulang yang besar.

Perawatan :
Subgingival scaling
Kuret
Operasi :
gingivectomy
flap approach

Hubungan poket periodontal dan tulang
Dalam poket infra boni basisnya berada di apikal terhadap level tulang alv. Dan dinding poket terletak pada gigi (diantara gigi) dan tulang . Poket infra boni paling sering terjadi pada interprosimal namun bisa berlokasi pada permukaan facial dan lingual gigi. Paling sering, poket menyebar dari permukaan tempat dia berasal ke satu atau dua arah. Permukaan yang berdekatan poket SB basisnya koronal crest tulang. Perubahan inflamasi, proliferatif dan degeneratif, pada poket IB dan SB adalah sama karena keduanya bermula dari causa yang sama pada jaringan period, pendukung.

Readmore
| 0 comments ]

DEFENISI ALVEOPLASTI :

Mempertahankan pembentukan lingir kembali yang tersisa ( secara pembedahan ) agar permukaannya dapat dibebani protesa dengan baik, dilakukan untuk mempersiapkan linger berkisar 1 gigi sampai setelah gigi dalam rahang.

INDIKASI
a.Bumbungan alveolus tidak rata, tajam atau ad undercut yang menyilitkan pemasangan protesa.
b.Penderita yang bibir atasnya pendek, sehingga tidak dapat menutupi gigi tiruan.

TUJUAN
1.Memperbaiki kelainan dan kista ridge alveolar yang menganggu adaptasi protesa
2.Meratakan tekanan kunyah yang besar pada permukaan jaringan yang mendukung gigi tiruan.

ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN PADA ALVEOPLASTI
Syringe (spoit)
Mallet
Kaca mulut
Rongeurs
Kuret
Gunting jaringan
Hemostat
Scalpel
Pisau No. 15 (PENTING!!!!!!)
Elevator 31
Jarum disposable
Bone forceps
Bone file
Pemegang jarum
Excavator
Pinset
Sonde
Benang silk 000
Jarum jahit
Gunting benang.

1. ALVEOPLASTI TUNGGAL
Gigi yang berdiri sendiri/ island teeth
Ekstrusi /supraerupsi-----> tulang dan jaringan lunak pendukung berkembang berlebihan ----->memerlukan penatalaksaan yang khusus.
Mendapatkan ruang antar lingir
Erupsi berlebihan diperlukan pembentukan kembali celah antar rahang, supaya terdapat ruang yang cukup untuk menempatkan protesa.
Prosedur Kerja :
1.Incisi elips meliputi leher gingival sebelah bukal dan lingual
2.Eksisi kedua ujung yang berbentuk segitiga
3.Buka flap lingual dan bukal, bila ada serpihan tulang yang tersisa , dibuang diikuti reduksi undercut.
4.Irigasi dengan larutan salin 0,9 %
5.Permukaan tulang dihaluskan dengan file tulang dengan tekanan tarikan
6.Irigasi kembali dengan salin 0,9 %
7.Mukoperiosteum dijahit, satu mesial dan satu distal.

2. ALVEOLPLASTI MULTIPLE
¤ Alveoplasti Konservatif
Menghindarkan pemotongan mukoperiosteal dan pengambilan tulang alveolar yang berlebihan.
Pemisahan periost tulang mempercepat resorpsi dan apabila berlebihan akan menambah rasa sakit.

Prosedur Kerja :
1.Incisi hampir sejajar pad bukal dan lingual untuk mengambil papilla interdental.
2.Flap mukoperiost pada bagian bukal disingkapkan setinggi pertemuan antara mukosa bergerak dan cekat.
3.Tulang yang mengalami trauma pada pencabutan, penonjolan tulang tajam, eksostosis, daerah undercut besar diambil dari posterior ke anterior, kemudian dilakukan penghalusan.(full stroke)
4.Irigasi dengan larutan saline steril , evaluasi permukaan yang tajam / kasar, aposisi flap, jahit luka.

PENTING!!!!!: Saline konsentrasi 0,9 %, penghalusan dengan teknik full stroke.

¤ Alveoplasti Sekunder
Alveoplasti tertunda
Memperbaiki cacat pada linger yang tetap tertinggal sesudah pencabutan atau karena resorpsi atau atrofi yang tidak teratur.
Prosedur Kerja :
1.Incisi mukoperiost tunggal bagian lingual dari linger yang akan diperbaiki, diperluas ke anterior posterior.
2.Perluasan flap kontinu ke bukal dan lingual menuju daerah operasi untuk memperoleh jalan masuk.
3.Pengambilan tulang dan perbaikan kontur dengan menggunakan rongeurs/bur, haluskan irigasi dengan saline.

PREPARASI JARINGAN KERAS
Torus RA dan RB -----> gangguan pembuatan dan pemakaian protesa.
PENGAMBILAN TORUS
Torus palatinus : ukuran dan bentuk bervariasi , tonjolan kecil/tunggal, multilokuler.
Prosedur :
1.Incisi pada bagian sagital (incisi sagital) tinggal pada pertengahan palatal line di depan garis vibrasi ke depan tepat di belakang papilla incisivus
2.2 Incisi serong bagian anterior membentuk huruf V
3.2 incisi V pada podterior untuk memperlebar jalan masuk(hati-hati->a.pal. mayor)
4.Flap mukoperiost disingkapkan kea rah bukal
5.Pertahankan flap dengan jahita retraksi.
6.torus dibur dengan bur fissure sampai ke dalaman tertentu, dibuat segmen-segmen.
7.Segmen-segmen dikeluakan dengan osteotom
8.Penghalusan akhir dengan bur bulat dan kikir
9.Irigasi/ inspeksi
10. jaringan lunak yang berlebihan dibuang
11.Dilakukanpenutupan flap dengan jahitan matras horizontal tertutup.

Torus Mandibula
Letak : Di atas perlekatan otot mylohyoid, bilateral
Prosedur :
1.Buat flap, flap disingkapkan buat alur memanjang pada perbatasan antara tonjolan torus dan korteks lingual dengan menggunakan fissure bur
2.Pemisahan tulang dengan menggunakan osteotom
3.Tulang dihaluskan dengan menggunakan kikir
4.Irigasi dan periksa sebelum ditutup dengan penjahitan.

PROSEDUR YANG LAIN
Eksostosis / gangguan penulangan , pengambilan eksostosis dan reduksi untuk pengambilan puncak milohyoid/tuberkulum genial
Lingir mylohioid : pendekatan serupa dengan torus mandibula, tidak dilakukan kembali pencekatan kembali m. myloioideus.
Spina nasalis, diambil dengan menggunakan rongeur/bur tulang melalui flap semiluner.

PREPARASI JARINGAN LUNAK
1.FRENEKTOMY
¤ Frenektomy Labial
Frenektomy labial superior paling sering menimbulkan masalah
Prosedur :
1.Eksisi dengan incise elips di sekitarnya
2.Setelah mukosa diambil, tali- tali fibrosa dibebaskan dari tempat perlekatan.
3.Penempatan jahitan pertama paling penting karena menentukan kedalaman vestibuler.
4.Jahitan melalui tiga lapisan : mukosa, periost, dan mukosa lagi.

¤ Frenectomy Lingual
Prosedur :
a.Immobilisasi lidah dengan jahitan pada ujungnya
b.Garis besar ditentukan dengan incise mucosal.
c.Eksisi frenulum dengan gunting atau tang fiksasi jaringan
d.Eksisi lebih dekat kea rah lidah, bukan ke dasar
e.Penutupan dengan bahan absorbable (cat gut, dll) ---> PENTING!!!!!!!

2. REDUKSI TUBEROSITAS
1.Terutama melibatkan eksisi jaringan lunak
2.Diperlukan pemotongan tulang bila : hipertrofi ekstrim, celah antar lignir kurang m,emadai
3.Reduksi melalui dua arah vertical dan horizontal
4.Incisi elips dari distal tuberositas ke premolar
5.Eksisi pada bagian bukal dan palatinal serong dan bertemu pada supra periosteal (bentuk V)
6.Flap dijahit untuk sementara untuk mendapatkan celah antar lingir.

3. PROSEDUR JARINGAN LUNAK YANG LAIN :
a. Hiperplasia papilla : kondisi yang terjadi pada daerah palatum yang tertutup protesa
b. Hiperplasia fibrosa : hyperplasia vestibuler yang melalui keradangan danlingir yang kendur akibat cedera karena pemakaian protesa ditambah resorpsi tulang
c. Jaringan lunak yang berlebihan : keadaan jaringan yang berlebihan terutama diagnosa dengan palapasi

KONDISI EDENTULOUS YANG IDEAL(Penting)
1.Lingir pada mandibula dan maksilla yang cembung dan luas
2.Jaringan lunak pendukung protesa yang tidak bergerak
3.Vestibulum facial dan lingual yang cukup dalam
4.Hubungan antar lingir yang baik.
5.Hamular notch cukup luas, dukungan tulang memadai
6.Bentuk palatum melengkung
7.Ketebalan jaringan lunak tidak berlebihan
8.Tidak ada jaringan parut pada lingir
9.tidak ada undercut/ tonjolan permukaan yang ekstrim
10.Perlekatan otot tidak terlalu tinggi
11.Lingir bentuk V/tajam seperti pisau.

Note
ALVEOPLASTI
Tunggal
Multiple
PREPARASI JARINGAN KERAS
Pengambilan Torus
Prosedur yang lain
PREPARASI JARINGAN LUNAK
Frenektomy
Reduksi tuberositas
Prosedur yang lain.
PEMBEDAHAN UNTUK PROTESA MEDIATE
VESTIBULOPLASTI
PENAMBAHAN LINGIR
IMPLANTOLOGI
Imp. Subperiostal
Imp. Endosteal
Imp. Transosteal.

Alveolektomi : Alveolotomi ; alveolplasti; sering rancu
Alveolektomi : Tindakan bedah radikal untuk mereduksi atau mengambil proc. Alveolaris sehingga bias dilakukan aposisi mukosa / persiapan linger sebelum terapi radiasi.
Alveolotomi : Pengambilan sebagian Proc. Alveolaris. Sering juga tulang antar akar untuk pencetakan / molding dan pengkonturan .
Alveoplasti : Mempertahankan, pembentukan kembali llingir yang tersisa (dengan pebedahan) supaya permukaannya dapat dibebani protesa dengan baik.

Readmore
| 0 comments ]

Mulut merupakan cermin manifestasi kesehatan tubuh secara umum. Oleh karena itu, dengan mengamati gusi seorang pasien seorang dokter gigi dapat mencurigai adanya penyakit AIDS yang bersemayam dalam tubuh pasiennya.

Gambaran keadaan mulut pasien dengan HIV/AIDS
Lesi dalam RM (manifestasi awal Aids) yang banyak ditemukan pada infeksi HIV :
1. Infeksi Jamur :
Kandidiasis (pseudomembranosa, eritematosa, angular chelitis),
Histoplasmosis

2. Infeksi Bakteri
Necrotizingf Gingivitis HIV
Gingivitis HIV
Periodontitis HIV oleh Microbakterium tuberculosis, klebsiella pneumoniae

3. Infeksi Virus
Herves Simpleks
Epsten Bar (hairy leukoplakia)
Varicella Zoster (herpes Zoster, Varicella)

4. Neoplasma
Sarkoma Kaposi
Karsinoma sel Squomosa

Khusus pada jaringan periodontalnya maka kita dapat melihat :
Gingivitis HIV (HIV-G)
Gambaran klinis :
Lesi yang dibatasi oleh jaringan lunak dengan eritema yang khas pada free gingiva, attached gingiva dan mukosa alveolar. Eritema membentuk suatu garis yang sangat merah dan meluas 2-3 mm bagian apikal dari free gingival margin sampai ke attached gingiva., terdapat difusi eritema yang gatal, meliputi seluruh attached gingiva dari free gingival margin ke mukosa alveolar. Pada beberapa regio, difusi eritema bergabung menyebabkan seluruh regio gingiva berwarna merah terang, tanda difusi eritema gingival pada 75% penderita dengan difusi dan eritema biasanya disertai dengan perdarahan spontan atau perdarahan sewaktu probing atau menyikat gigi. Awalnya sedikit rasa sakit pada mukosa oral dan berkembang cepat sehingga nekrose jaringan lunak gingiva dengan rasa nyeri hebat menambah resesi gingiva.
Prognosis : tidak memberi respon terhadap plak kontrol dan pemeliharaan OH

Peridontitis HIV (P-HIV)
Gambaran klinis :
Kelanjutan dari HIV-G yang meluas dan terjadi nekrose pada jaringan lunak yang hebat dan destruksi yang cepat dari attachment periodontal dan tulang. Kehilangan lebih dari 90% attachment dapat terjadi selama 3-6 bulan.Tidak terdapat poket yang dalam oleh karena hilangnya crest tulang alveolar bertepatan dengan nekrose gingival margin. Nerkrose gingival sehingg terbentuk sequester tulang interseptal, meluas sampai ke mukosa vestibular atau palatum.Rasa nyeri yang sangat hebat dan terlokalisir pada tulang rahang, perlangsungan penyakit progressif  gigi goyang atau hilang.
Prognosis : tidak memberi respon pada skeling dan root planning, serta pemeliharaan OH.
Diagnosa pembanding : HIV-G dan Gingivitis
HIV-P dan ANUG (hanya terbatas pada jaringan periodontal, nyeri terbatas pada free gingival margin).

Gambaran radiografi
Septum interdental normal
Distorsi yang dihasilkan tekhnik ronsen
Kerusakan tulang pada penyakit periodontal
Banyaknya resorbsi tulang
Distribusi tulang yang mengalami resorbsi
Perdarahan  pemeriksaan lab. Untuk menentukan etiologi perdarahan spontan atau perdarahan yang berlebihan
Perawatan
Hilangkan etiologi terjadinya lesi dengan skeling dan root planning serta kuretase pada jaringan lunak nekrotik (gunakan gunting).
Hiangkan fragmen tulang yang lepas sewaktu terapi awal
Pembuangan jaringan lunak dan keras akan membantu untuk segera membersihkan mikroflora etiologik dan memperkecil lingkungan dimana bakteri hidup.
Premedikasi atau prophylaksis rutin pada pasien HIV dengan menggunakan antibiotik sistemik selama perawatan HIV-G dan HIV-P, tidak diperlukan debridement lesi selama perawatan akut dengan menggunakan syiringe tumpul dan tekanan ringan dilakukan sesering mungkin pada area yang membutuhkan debridement yang luas.

Pavidone Iodine
Untuk mempercepat penyembuhan periodontal dan pada gambaran Radiografi dapat meningkatkan massa tulang alveolar.
Memiliki efek anastesi topikal
Dapat meningkatkan kontrol perdarahan
Anti mikroba intra oral pra pembedahan.

Pada irigasi selama debridement HIV-P, tidak dapat digunakan CHLORHEXIDINE karena alkohol dan zat tambahan yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi jaringan ketika digunakan.

Readmore
| 2 comments ]

Nama Lain : Apical resection, Root amputation.

Defenisi :
Operasi Pemotongan atau pemotongan bagian apical dari gigi disertai dengan kuretase semua jaringan nekrose yang berada di sekitar apeks gigi tanpa menggangu akar gigi itu sendiri.

Indikasi dan Kontra indikasi
Indikasi :
1.Apabila ada granuloma di mana terjadi suatu trauma atau peradangan terus menerus, granuloma tersebut dapat menjadi sebuah kista.
2.Gigi dengan tulang pendukung mengalami kerusakan yang tidak melebihi 1/3 panjang akarnya, di mana terjadi degenerasi kista dan granuloma yang dicurigai dan/atau di mana membutuhkan sebuah biopsy, di mana roentgen foto sangat menyesatkan.
3.Infeksi local setelah dilakukan endodontik.
4.Pecahan alat masuk ke dalam saluran akar dan tidak dapat dikeluarkan melalui mahkota
5.Gigi yang telah mati pada penderita muda, disebabkan desakan lesi pada apeksnya.
6.Terutama pada gigi anterior, baik pada maksilla maupun pada mandibula.

Kontra Indikasi :
1.Apabila kesehatan umum pasien atau status medik pasien merupakan kontra indikasi untuk tindakan bedah, seperti traumatic nefritis, leukemia, diabetes mellitus, sifilis, anemia, penyakit jantung atau tirotoksikosis.
2.Pertimbangan anatomic yang akan menimbulkan resiko berbahaya terhadap pasien atau perawatan diperkirakan gagal. Contoh : Terlalu dekat dengan nerbvus alveolaris inferior dan pembuluh darah.
3.Pada gigi dengan kantong periodontal yang dalam dan mobilitas yang lebih
4.Pada gigi dengan apical yang tidak dapat dicapai.
5.Pada gigi di mana gigi perlu untuk menghilangkan struktur akar yang cukup banyak.
6.Operator tidak mampu melakukan tindakan bedah.

Anestesi dan Persiapan Daerah Operasi :
Anestesi :
Anestesi local merupakan pilihan utama untuk perawatan ini. Penyuntikan antara lain dilakukan agar tindakan bedah tidak menimbulakan rasa sakit pada pasien. Jika dimungkinkan sebaiknya dilakukan anestesi blok. Sebagai tambahan anestesi infiltrasi dapat digunakan untuk memperoleh keadaan hemostatik yang disebabkan oleh karena adanya vasokonstriksi dalam cairan.

Persiapan Daerah Operasi :
Jika gigi anterior yang akan dirawat, kain kasa steril diletakkan pada dua sisi daerah operasi, demikian juga gigi posterior yang akan dirawat dan tempatnya memungkinkan setelah daerah operasi diisolasi, desinfektan dioleskan pada daerah tersebut.
Guna kain kasa adalah untuk menahan saliva masuk ke daerah operasi serta menahan rongga belakang mulut yang mungkin akan ditelan.

Pembuatan Flap :
Tujuan Flap mukoperiosteum adalah :
1.Untuk memungkinkan jaringan lunak yang menutup daerah operasi disingkirkan, sehingga diperoleh pandangan yang cukup baik sebelum operasi.
2.Untuk mempertahankan jaringan sehat yang akan menutup daerah operasi , mengurangi rasa sakit karena tulang tertutup, serta membantu penyembuhan.

Aturan merencanakan Flap :
1.Untuk mencukupi sirkulasi daerah yang cukup pada bagian yang diangkat, flap harus dirancang dengan basisi yang merupakan yang terlebar
2.Untuk mencegah terjadinya cacat penyembuhan, insisi tidak boleh diletakkan di atas cacat pada tulang, jika ragu- ragu harus membuat flap yang lebih lebar untuk menghindari insisi pada daerah yang tidak diinginkan.
3.Insisi yang melintasi tonjolan tulang harus dihindari, karena mukosa pada daerah ini biasanya tipis, penyembuhan akan lambat, mungkin malibatkan terjadinya jaringan parut.
4.Pembuatan sudut runcing pada flap harus dihindari karena dapat menghanbat penyembuhan.

Irisan semiluner dibuat dengan menggunakan scalpel no.15 memanjang dari ujung apeks, irisan horizontal yang melengkung, dibuat paling sedikit sekurang-kurangnya satu gigi di samping gigi yang dirawat.
Gambar.
A.Rancangan flap yang benar adalah yang dasarnya lebar daripada tepi babas.
B.Rancangan flap yang dasarnya lebih sempit tidak menjamin adanya penyediaan darah pada tepi yang bebas.

Menentukan tempat Apeks Dan Pemotongan Periapikal.
Jika terdapat kerusakan tulang, biasanya tidak sukar menemukan tempat apeks. Jika kerusakannya tidak nampak jelas, ujung sonde diletakkan di atas tulang yang diperkirakan terdapat kerusakan lapisan tulang yang tipis sering menutupi daerah patologis, dan tekanan sonde akan menguatkan penutupnya dan membuka yang rusak.
Jika ukuran panjang gigi tidak ada, mengukur panjang gigi pada gambaaar radiografik dengan bahan radiopak dan mengetahui panjang gigi rat-rata dapat dipakai sebagai patokan yang penting untuk menentukan apeks.
Gambar
File yang telah ditentukan panjangnya membantu menemukan apeks.

Pemotongan Bagian Apikal Gigi
1.Potongan bagian apeks dari gigi yang dirawat dengan fissure bur atau chisel, harus hati-hati agar jangan merusak gigi tetangga.
2.Ujung akar dipotong sevukupnya, jangan memotong lebih dari 1/3 panjang akar. Apapbila sudah dirawat maka pemotongan harus mencapai filling.
3.Buang jaringan patologis dari struktur gigi dengan kuretase, sehingga tidak ada jaringan patologis yang tersisa.
4.Haluskan ujung akar dan pinggiran tulang, mukoperiostal flap dikembalikan dan dijahit dengan silk no.3.

Penjahitan
Fungsi jahitan adalah untuk menutup flap pada tempatnya. Waktu bersatu kembali dengan jaringan di bawahnya dan disebelahnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menempatkan jahitan pada daerah yang diinginkan :
a.Jahitan harus cukup untuk menahan tepi-tepi flap pada posisi yang berimpit dengan jaringan sekitarnya selama periode sesudah operasi.
b.Harus dihindari supaya jahitan jangan terlalu dekat dengan garis insisi karena akan terlepas jika terjadi edema.
c.Tepi-tepi flap harus diatur, tetapi tanpa harus meregangkan jaringan. Edema pasca bedah dapat menyebabkan jahitan yang terlalu kencang terlepas.

Tipe jahitan yang digunakan pada apicoectomy adalah jahitan tipe unerupted suture. Yang dilakukan dan digunakan untuk mengembalikan tepi-tepi flap semiluner serat bagian vertical flap.

Instruksi pada Pasien
1.Pakai kompres es selama 10 menit dan dilepas selama 10 menit, bergantian selama 10 hari setelah operasi
2.Jangan mengangkat bibir untuk melihat jahitan karena dapat sobek
3.Sikat gigi seperti biasa tapi hati-hati pada daerah yang dekat dengan bagian yang dioperasi.
4.Keesokan harinya kumur dengan air garam (1/2 sdt garam dan air satu gelas air hangat) setiap 3 jam. Keesokan harinya, kumur tiap kali ssesudah makan dan sebelum tidur.
5.Pembengkakan akanterjadi 2-3 hari dan kemudian reda, jika timbul panas tinggi hubungi dokter ( dating kembali)
6.Biasanya ada rasa sakit, dapat meminum obat yang tertulis dalam resep.

NB. Granuloma : Reaksi kronis yang berkembang oleh karena adanya iritasi ringan dalam ligamentum periodontal apical akibat infeksi lebih lanjut dari pulpa yang nekrosis setelah peradangan pulpa dari karies, trauma, atau prosedur operasi, ditandai dengan amputasi massa pada apical gigi.

Readmore
| 1 comments ]

Alergi merupakan reaksi tidak normal tubuh terhadap benda atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Alergi bisa terjadi karena obat-obatan, trauma, suhu, dan lain-lain. Karena kedokteran gigi merupakan cabang kedokteran yang berkisar pada rongga mulut dan wajah. Maka, alergi yang akan dibahas adalah alergi yang terjadi pada rongga mulut.

# Reaksi alergi ringan
Penyumbatan hidung
Rinorhoe dan bersin
Keluar air mata
RuaM dan gatal kulit
Edema tangan, wajah, kelopak mata, laring
# Reaksi Alergi berat
Denyut nadi
TD menurun
Dispnea: konstriksi bronkial
Urticaria, pteckiae
Sakit abdominal.

SISTEMIK
Reaksi alergi = Reaksi anafilaktik akut
Kulit pucat dan kering
Dermatitis alergi= merah, eritema.
Mual + muntah + pusing.
TD menurun
Serangan asma akut
Pasein tidak sadarkan diri
Anestesi lokal golongan ester
Analgesik = aspirin
Antibiotik = penisillin.

R/ Antitistamin/ diphendhydramine 50mg
Epinephrin
Steroid / Hydrocortisan
Konsul dokter umum

2. Intoksikasi
Anestesi lokal yang dipakai terlalu banyak dan diinjeksi terlalu cepat / anetesi lokal diinjeksi ke dalam pembuluh darah .
Overdosis
Jumlah obat yang berlebihan pembuluh darah dan memberikan reaksi yang berlawanan terhadap organ dan jaringan tubuh.

Etiologi:
Anestesi lokal dalam dosis berlebihan.
Absorbsi dan obat terlalu cepat.
Ekskresi obat melalui ginjal [-] / lambat.
Teknik tidak tepat sehingga anastesi lokal masuk kedalam pembuluh darah.
R/ tenang, O2, diazepam, vasopressor

3. Reaksi psikis.
Rasa cemas / takut merangsang secara tidak langsung saraf afferent. Reaksi psikis ini dapat berupa syncope dan bila tidak dilakukan pertolongan cepat akan mengakibatkan shock sekunder.
Reaksi psikis lain : serangan asma akut terjadi karena tekanan emosi.
4. Serum hepatitis meningkat dengan cepat.
Hal ini disebabkan karena menggunakan jarum spoit yang tidak steril.

MEKANISME REAKSI ALERGI
Agen anestetikum diinjeksikan maka akan terjadi pengikatan dengan protein tubuh sehingga menimbulkan antigen F3 ( alergen). Alergen merangsang produksi Ig E oleh sel BApabila antigen yg sama masuk lagi ke dlm tubuh maka akan terjadi penggabungan antara antigen & Ig E yg akan menghasilkan rx alergi. Reaksi alergi ini oleh karena adanya sistem mekanisme pertahanan tubuh ( antihistamin + Na kromolin ) yang menghambat pelepasan histami


Readmore
| 0 comments ]

Defenisi : Merupakan suatu jenis periodontitis yang ditemukan pada orang yang justru kelihatan sehat.

Penyakit ini cenderung memiliki faktor genetik dan perkembangannya sangat cepat

Klasifikasi :
1.Localized aggressive periodontitis
2.Generalized aggressive periodontitis

LOCALIZED AGGRESSIVE PERIODONTITIS

Definisi : merupakan penyakit destruktif pada kavitas oral yang biasa terjadi pada gigi Molar dan gigi Incisivus pada anak-anak dan dewasa muda, yang menyebabkan kerusakan tulang dalam jangka waktu yang sangat cepat dan menyebabkan kehilangan gigi geligi.

Karakteristik klinik :
1.Penyakit dijumpai pada gigi Molar dan Incisivus dengan hilangnya perlekatan pada daerah interproksimal paling sedikit 2 gigi.
2.Berkurangnya inflamasi secara klinis disamping ditemukan poket periodontal yang dalam
3.Pada kebanyakan kasus jumlah plak yang mempengaruhi gigi minimal, sehingga cenderung tidak konsisten dengan jumlah kerusakan periodontal yang ditemukan
4.Penyakit LAP berkembang dengan cepat
5.Migrasi distolabial gigi I maksilaris
6.Pembentukan diastem secara berkala
7.Peningkatan mobilitas gigi Molar
8.Sensitif dari permukaan akar yang terbuka terhadap suhu dan stimulasi taktil
9.Rasa sakit tajam dan rasa sakit yang menyebar sewaktu mastikasi
10.Dapat terbentuk abses periodontal pada tahap ini dan terjadi pembesaran pada kelenjar limfe regional

Gambaran radiologi :
1.Kehilangan tulang alveolar disekitar Molar dan I pada usia pubertas
2.Suatu bentuk kerusakan tulang alveolar yang meluas dari permukaan distal gigi P2 hingga permk. mesial dari gigi M2
3.Kerusakan tulang dalam arah vertikal lebih sering dijumpai pada daerah gigi Molar sebab tulang interdental didaerah ini > luas dibanding didaerah I

GENERALIZED AGGRESSIVE PERIODONTITIS

Definisi : merupakan suatu penyakit yang umumnya terjadi pada orang dewasa pada usia dibawah 30 thn / lebih. Penyakit ini ditandai dengan hilangnya attachment interproksimal secara keseluruhan yang mempengaruhi 3 gigi permanen lainnya selain Molar dan I

Karakteristik klinik :
1.Umumnya memiliki jumlah plak bakterial yang lebih sedikit yang berhubungan dengan gigi yang terlibat. Secara kuantitatif, jumlah plak cenderung tidak seimbang dengan kerusakan periodontal yang terjadi secara kualitatif. A. Actinomycetemcomitans dan Bacteroides tonsythus ditemukan pada plak gigi penderita.
2.Pada kasus GAP dijumpai 2 bentuk respon jaringan gingival:
a.Pada jaringan inflamasi akut:
Terjadi proliferasi, ulser & b’warna merah terang
Perdarahan dapat terjadi secara spontan/melalui stimulasi ringan
b.Pada kasus lainnya :
Jaringan gingiva cenderung berwarna merah muda
Bebas inflamasi
Terkadang terjadi stipling walaupun akhirnya tdk ditemukan lagi
Poket yang dalam dapat ditemukan melalui probing

3.Beberapa pasien GAP mengalami kondisi sistemik seperti pada kekurangan berat badan, depresi mental dan malaise

Gambaran Radiologis :
1.Terdapat bentuk kerusakan tulang yang parah dengan jumlah plak gigi yang minimal
2.Terjadi kerusakan osseus sebesar 25 % - 60 %

Terapi / penanganan
1.Instruksi oral hygiene
2.Penguatan kembali
3.Evaluasi kontrol plak
4.Skeling supra dan sub gingival kalkulus
5.Root planing
6.Kuretase
7.Pengontrolan faktor-faktor lokal lainnya
8.Terapi oklusal
9.Bedah periodontal jika dibutuhkan
10.pemeliharaan periodontal

Readmore