Belum dapat yang anda cari? Coba ketik disini, kali aja dapat.....

| 4 comments ]













Samuel Huntington terkenal karena merupakan salah satu penasihat presiden Lyndon B. Johnson dalam Perang Vietnam, termasuk penggunaan gas Napalm dan metode – metode lain untuk membunuh para Vietkong. Tapi tentu saja tidak hanya Vietkong yang mati, rakyat biasa, anak - anak dan wanita ikut tewas dalam pembantaian tersebut. Sehingga menjadikan Samuel Huntington ikut BERTANGGUNG JAWAB atas kematian lebih dari 5 juta rakyat Vietnam, Kambodia dan Laos.


Pendahuluan

Adalah karya Samuel Huntington, Clash of Civilization yg menjadi rujukan utama bagi paradigma kebijakan politik hampir di seluruh dunia saat ini. Yang menurutnya pasca Perang Dingin, dunia akan lebih banyak di dominasi oleh dinamika politik yang terjadi antara peradaban (kultural) alih-alih konflik antara National State seperti yang terjadi pada Perang Dingin ( negara perang melawan negara, atau pakta melawan pakta ).

Clash of Civilization merupakan anti-tesis Samuel terhadap karya Francis Fukuyama dalam The End of History and the Last Man. Tesis Francis memakai teori Hegel tentang metode Dialektika Sejarah. Meskipun sangat bertentangan dengan sabda nabi besar komunis Karl Marx tentang “the end of history“ sebagai bentuk final dari evolusi sejarah dan peradaban manusia, tetapi memakai metode yang sama, berupa dialektika historikal.

Menurut Francis bentuk finalnya adalah demokrasi liberal ala Kapitalism. Dunia pasca perang dingin antara komunisme dan kapitalisme; sebagai pemenangnya tentu saja kapitalisme sebagai ideologi yg diadopsi secara global. Namun tesis om Francis tampaknya terlalu tergesa-gesa, karena melihat tren pergerakan ekonomi Eropa daratan, Amerika Utara dan latin serta Inggris, pasca tercetusnya “ The Third Way “, sudah bergeser ke arah Sosialism Demokratik ( SosDem ). Nah, kalau yang ini embah Marx sudah memprediksi bahwa ketika kapitalism memasuki kegagalan sistem, maka pilihan yg terbaik bagi manusia adalah kembali ke fitrah asal manusia : Sosialisme. Yaitu bahwa manusia adalah sama dan sederajat.

Lalu mengapa Samuel kelihatan begitu tergesa - gesa dalam menjawab tesis Francis ? Itu karena sifat alami dari para industrialis dalam kapitalisme yang enggan mengakui kebenaran sabda embah Marx, bahwa kapitalisme pasti akan mengalami kegagalan sistem ( system failure ) dan hanya bisa disembuhkan oleh perang. Prediksi embah Marx terbukti ketika The Great Depression melanda dunia pada 1929, maka satu - satunya terapi bagi kapitalism adalah perang. Perang Dunia II, yg sebenarnya merupakan gontok - gontokan negara imperialis dalam menata ulang pengaruh mereka terhadap dunia. Lalu perang melawan teroris-nya Bush itu adalah penyembuh buat “economic bubble” yg melanda Asia dan dunia para 1997-2000 ( krismon ).

Dan kini ketika Amerika dan dunia lagi terkena krisis akibat kegagalan bayar kredit properti dan melambungnya harga minyak di dunia, maka bisa dipastikan mesin perang Amerika akan tetap menderu, menyapu manusia yang akan semakin kehilangan asa dan daya. Sekarang Irak, besok Iran, lusa Syria dan lain - lain, sebuah perang dibutuhkan untuk menyembuhkan kegagalan sistem kapitalisme. Dengan begitu aliran dana akan selalu terjaga perputarannya dan investasi terus meningkat. Secara kasat mata saja, yang untung adalah para penjual senjata dan para kontraktor – kontraktor Barat.

Samuel dan para ekonom dan ahli kapitalisme, tentu saja akan menyamarkan pertentangan sebenarnya dari “peradaban“ manusia. Alih - alih pertentangan ideologi dan agama seperti yg digembar-gemborkan para industrialis, sebenarnya pertentangan yg terjadi adalah pertentangan kelas antara para kapitalis dan para buruh yang telah dirampok hidupnya. Bush dan kawan - kawan selalu berkata, perang suci melawan teroris Islam, tapi toh ujung - ujungnya adalah kontrak milyaran dollar thd perusahaan – perusahaan konstruksi, minyak, senjata dan sebagainya.

Menurut Samuel, akan terjadi “ Clash of Civilization “, Clash berarti pertentangan/benturan, jadi akan ada semacam pertentangan antara peradaban yg merupakan sebuah entiti kultural menggantikan entitas negara yg konvensional. Akan ada sekitar 8-10 peradaban besar yg nantinya akan mendominasi dinamika politik dan konflik di dunia.

Masing-masing entitas “peradaban“ tersebut memiliki dinamika sejarah yg bergesekan dengan entiti lainnya. Barat misalnya, memiliki persengketaan dengan dunia Islam, Sino, sedikit dengan Hindu dan Orthodox dan sedikit sekali dengan Amerika Latin dan Afrika. Dan Islam-lah yg memiliki hubungan persengketaan terbanyak, dengan Barat, Orthodox dan lain-lain Pemikiran mbah Samuel ini rupanya begitu mempengaruhi dinamika sejarah dan politik saat ini, dimana pasca teori itu diserap ke dalam mindset Gedung Putih, tak ada hujan tak ada angin tiba – tiba ...tadaaaaa...Amerika memiliki musuh baru bernama Islam, setelah Blok Timur loyo pada akhir 1980-an.

Teori Pembenaran
Pemikiran mbah Samuel ini lahir ketika dunia sedang dilanda kecamuk perang - perang “menghabisi“ Blok Timur. Di Persia, Irak disikat, di Balkan, Yugo dipretelin dan Amerika Latin diobok-obok. Tahun 1991 Amerika menyerbu Iraq dalam rangka menggulingkan si “Nebuchadnezzar wannabe”, Saddam Husein.

Sehingga sebagai seorang yang ikut andil dalam berbagai kebijakan luar negeri Amerika, mbah Samuel tentunya berupaya keras menyediakan landasan “teologis“ mengapa Amerika “harus“ menyerbu Irak. Dan kebetulan Irak merupakan salah satu negara Islam yang memiliki militer kuat. Ditambah lagi pada 1988, lahir sebuah gerakan fundamental Islam Al-Qaeda yg didirikan oleh Usamah bin Ladin sebagai reaksi akan penyerbuan Amerika ke negara Islam.

Trend fundamentalisme inilah yang rupanya dibaca Samuel sebagai bangkitnya kekuatan Islam yg nantinya akan menjelma sebagai kekuatan adidaya, sebagai sebuah peradaban. Para akademisi dan ahli di seluruh dunia mengkritisi dan mengutuk karya tersebut sebagai pemikiran yang meracuni dunia. Tesis Samuel yang sangat mirip dengan pemikiran kuno pada masa Medieval (abad pertengahan) ketika dunia masih dianggap datar dan kalau anda berlayar ke tepian dunia, maka nanti bisa jatuh ke bawah, dimakan ama buto ijo. Hehehehe

Teori Geosentris
Geosentris menganggap bahwa “peradaban “ manusia terbagi menjadi 2 : barat dan timur. Peradaban Eropa Kristen-Katholik adalah peradaban barat, karena waktu itu belum ada kapal yg mampu menembus cakrawala barat, karena dihalangi oleh Samudra Atlantik yang ganas. Sedangkan kalau ke timur maka akan sampai pada peradaban – peradaban besar seperti : Persia, Judea, Mesir, Cina, India, Jepang, Jawa dan Maluku. Dimana rempah - rempah, kemenyan ( incense ), kayu manis ( cinnamon ), kepulaga, sutera, batu Jade dan lain - lain diperdagangkan lewat Jalur Sutera yg telah ada sekitar abad 2. Atas dasar pemikiran seperti itulah bangsa Eropa membentuk sebuah paradigma berpikir yg primordial yang picik. Padahal kalo bisa mengarungi samudra ke barat dia juga akan sampai juga ke “timur“. Baru abad 15 -16 teori itu runtuh ketika ekspedisi – ekspedisi Bruno Diaz, Magellan dan Cano berhasil melakukan perjalanan mengelilingi bumi (Earth Circumambulation).

Ide bahwa Eropa adalah peradaban Barat dan Asia adalah peradaban Timur, sampai kini tetap digunakan, walau sebenarnya hal ini sudah tidak valid lagi, khan baratnya orang Amerika itu orang Asia Pasifik? Bagaimana? Ide yg keliru itu juga menyangkut tentang strukturalisme peradaban manusia, dimana juga terjadi pembagian kasar antara barat dan timur. Paradigma peradaban timur yg dipunyai oleh orang - orang Eropa adalah sebuah peradaban yg barbarik, kejam, kanibal, idiot, terbelakang dan lain – lain. Padahal peradaban barat jauh tertinggal dengan peradaban besar Asia waktu itu, bahkan banyak penemuan -penemuan berasal dari timur. Sepak bola saja sudah ada di Cina dan Jepang, sewaktu orang Eropa masih hidup nomadik. Peradaban barat baru bisa unggul ketika menguasai ilmu membuat mesiu dan senapan. Hal ini turut diperkuat oleh cerita -cerita ngibul yang dibawa pengelana – pengelana Eropa yg menggambarkan Asia dengan berbagai macam versi. Yang terkenal tentu saja si Marco Polo yang menceritakan bahwa Xanadu di Cina dipenuhi dengan jalan - jalan emas.

Konsep Teori Benturan Peradaban
Pemikiran Samuel jelas sekali terpengaruh oleh pemikiran Arnold J. Toynbee, yang membagi dunia barat dan timur, Kristen dan Pagan. Terutama kemungkinan bangkitnya kekuatan Islam sebagai “peradaban“ yg solid. Hal ini tentu saja diwarisi oleh kenangan super pahit Eropa (terutama Inggris dan Perancis) pasca kekalahan Perang Salib melawan pasukan Islam. Paradigma barat-timur-kristen-pagan itulah yang bahkan tetap terjaga di dalam benak orang – orang Amerika dan Inggris, terutama pada “ the ruling Plutocracy “ Kristendom. Pada PD II Eisenhower menjuluki perang melawan NAZI adalah melawan paganis Eropa, yang padahal sebelumnya merupakan sekutu mereka melawan Uni Soviet yang komunis.

Dan yg paling baru adalah si bapak-anak Bush dkk yang mungkin menganggap diri mereka semacam kristus masa kini dengan berusaha mengalahkan negara - negara anti-kristus macam Irak, Iran, Islam, Cina dan Rusia. Banyak ahli menganggap karya Samuel ini tendensius, pengingkaran dan penyangkalan historis (ahistoris), mengada-ada, terlalu primordial, tentu saja sangat naif. Dalam dunia yang semakin mengglobal dan bervarian, pemikiran Samuel justru terlempar jauh ke belakang seribu tahun. Pembagian peradabannya adalah :

1. Barat : Sang pemenang dalam teori ini
2. Islam : Semua negara yang berbau islam
3. Orthodox : Penganut kristen orthodox
4. Hindu : India
5. Sino :Rumpun Cina, termasuk Cina Diaspora, Korea, Vietnam, Singapura dan negara2 lain yg mayoritas merupakan etnik Cina.
6. Jepang
7. Afrika
8. Buddha : Thailand, Myanmar, Laos, Tibet
9. Amerika Latin: Katholik yang sinkretik dengan kepercayaan lokal, terutama animisme-dinamisme.
10. Alone, solitaire dan unique civilization, seperti Israel, Caribia dan lain-lain.

Ada beberapa kelemahan dari klasifikasi diatas. Adalah tidak disebutkannya ideologi Kristen Protestan. anehnya malah disebut sebagai barat tidak disebut sebagai peradaban Kristen, sekalipun merupakan Kristendom terbesar di dunia, dipengaruhi secara kuat oleh doktrin – doktrin Kristen Protestan. Hal ini sungguh aneh, mengingat Samuel menyebutkan peradaban lain ada yang Islam, Hindu, Buddha dll. Karena menurutnya adalah sebuah entiti kultural-ideologikal yang dipengaruhi secara kuat oleh kredo - kredo agama, tapi kok tidak ada peradaban Protestan?

Selanjutnya adalah terminologi yang sangat subyektif (prejudice) adalah Kristen Orthodox. Kristen Orthodox adalah semua domain yg berbasiskan Kristen Orthodox, mulai dari Balkan sampai Slavia. Aneh bin ajaib hampir semuanya kebetulan juga merupakan negara - negara komunis, jadi yg benar peradaban Orthodox atau peradaban komunis nih?

Sedangkan mengenai peradaban – peradaban kultural macam Afrika, Amerika Latin dan yang lainnya, flux sejarahnya tidak terlalu signifikan. Afrika dan Amerika Latin belum menjadi entiti yg homogen (misal : belum terciptanya masyarakat Uni Afrika atau Uni Latin), dan dalam sejarah hanyalah koloni - koloni peradaban lain, jadi bisa dibilang sub-peradaban. Dan jangan lupa Samuel, sama seperti orang Eropa-Amerika, selalu beranggapan Afrika dan Latin itu merupakan sebuah kesatuan kultural yang sama, padahal sebenarnya, terdiri dari ras - ras dan etnik - etnik yg berbeda-beda. Dalam hal ini Samuel menyajikan fakta yang agak keliru.

Khusus Jepang, bisa dimasukkan sebagai sebuah peradaban (tercatat dalam sejarah memiliki dinamika sejarah yg masif dan panjang, juga terdiri dari satu entiti kultural yg homogen), tapi yang perlu dicatat juga adalah sepertinya Samuel bertendensi melakukan pendiskreditan terhadap Jepang yang kini sebagai kekuatan ekonomi sebagai rival Amerika.

RRC dan Rusia
Ancaman terbesar yang nyata saat ini sepertinya datang dari rival lawas blok barat yaitu RRC dan Rusia. Konflik militer seringkali dipicu oleh kedua kekuatan ini. Contohnya Irak, Iran, Afghan dan Pakistan, biarpun merupakan negara yang berbau islam, tetapi merupakan sekutu alami dari Russia, terutama dalam hal pasokan senjata. Kampanye Amerika di Asia Tengah adalah usaha untuk membuka pasar – pasar yang dulunya dikuasai oleh Uni Soviet.

Namun demi untuk tidak secara frontal berhadapan dengan Russia, maka Blok Barat menjadikan Islam sebagai sasaran antara. Sampai kini krisis Iran tak kunjung padam karena Russia dan RRC menjadi sekutu yg mendukung Iran baik secara teknis maupun politis di DK PBB. Mengapa negara - negara Islam lebih bisa bersekutu dengan Russia? Karena masih sama - sama tertinggal, bahwa Islam (oknum ya!) dan Russia lebih cenderung mengadopsi totaliter/fasisme daripada demokrasi. Di samping itu memang Sosialisme pernah menjadi kredo populer yg di dunia Arab dan Islam.

RRC dan Russia mempunyai kekuatan militer terbesar di dunia, dengan rudal balistik yg banyak yg bisa dipasangi nuklir. Ditambah dengan semakin menguatnya industrialisasi murah meriah di sana yg menyebabkan kemajuan ekonomi dan teknologi juga semakin imbang. Jika Uni Soviet dan RRC Maois dulu runtuh karena keroposnya ekonomi, kini tidak lagi, bahkan kini pertumbuhan ekonominya cenderung lebih unggul dari negara Eropa dan Amerika Utara.

Sehingga menjadikan Russia dan RRC sebagai negara industrialisasi yang mapan ekonominya sehingga bisa menopang kekuatan militernya. Ditambah dengan totaliter yg masih kuat mencengkram paradigma kenegaraan RRC dan Russia maka akan berpotensi menciptakan “ NAZI Jerman “ baru yg saat membutuhkan Lebensraum maka tidak segan2 mencaplok teritori tetangganya. Jadi saat ini, dibanding Islam, RRC dan Russia jauh lebih mengkuatirkan keberadaannya.

Dimana Posisi Islam
Islam sendiri bagaimana? Islam saat ini masih terjebak pada domain ras, aliran, mahzab dan kultur, tidak pernah bisa dipersatukan secara kohesif. Sejarah politik kekuasaan Islam terbagi menjadi beberapa domain, yaitu : Jazirah Arab, Asia Tengah, Afrika, Turki dan Melayu. Dan seringkali malah berperang sendiri. Ikatan kredo yg mengikatnya tidak terlalu kuat setelah era Khalifaturrasyidin.

Apalagi jika sudah masuk dalam pembahasan – pembahasan krusial, mengenai ritual dan hukum, sulit berkompromi. Karena bagaimana pun, kultural jauh lebih mendominasi daripada kanonikal. Yang ada secara faktual adalah penguasaan domain dalam sebuah dinasti yang kebetulan memakai Islam sebagai dasar kredo mereka. Bahkan sejak awal berdirinya Islam dibawah nabi Muhammad SAW sudah terjadi pemberontakan yg enggan dikuasai oleh orang Arab. Dan kemudian sejarah Islam dipenuhi dengan pemberontakan – pemberontakan berdarah, khalifatur rasyidin, Ummayad, Abbasid, Seljuk, Ottoman, Cordoba.

Kesimpulan
Jadi kesimpulannya peradaban ideologis itu sulit tegak berdiri, selama kontroversi perbedaan tidak pernah bisa diatasi. Namun jika melihat perkembangan kontemporer saat ini, Islam benar - benar akan tumbuh menjadi momok tersendiri sebagai potensi yang lagi menggeliat. Mengingat semakin mendekatnya islam syumuliyah kepada penganutnya. Ajaran Islam moderat/fitrahwi yang pernah diajarkan Muhammad 1400 tahun lalu, yang sempat di “destruski“ oleh para sufis pada abad Renaissance eropa, menjadi sebuah filosofis yang meninabobokan kaum muslim. Sehingga kini tren kredo rupanya kembali ke 1400 tahun yg lalu, ketika Islam lahir dan mengguncang sejarah dengan kemuliaan ajarannya. Jika ini yg terjadi, maka bukan tidak mungkin teori Toynbe, Huntington, akan menjadi self-fulfilling prophecy, dan menjadi sebuah kebenaran, bahwa Islam akan muncul menjadi kekuatan yg akan mengalahkan kekuatan peradaban lainnya.

Readmore
| 21 comments ]

Rekan – rekan ikhwah sekalian yang ingin tahu lebih banyak tentang saya silahkan klik disini....


Saya adalah mahasiswa kepaniteraan kedokteran gigi yang sangat gandrung akan sejarah, senang dengan kegiatan dakwah, sesekali memperhatikan masalah politik. Jadi apapun yang sedang menjadi pokok perhatian saya. Akan saya sarikan lalu saya paparkan diblog ini. Lahir di Makassar tahun 1983. Pernah aktif di KAMMI dan FKMKI UNHAS. Untuk lebih lengkapnya silahkan rekan – rekan baca di postingan Tentang Iqbal

Tentang Iqbal

Nama : Muhammad Iqbal Sandira
Nama Panggilan : Ikbal
TTL : Makassar, 3 Agustus 1983
Orangtua : Sandira Sali, S.E. dan Nurcaya B.Ac.
Saudara :
dr. Sarmila Sandira (alumni Fakultas Kedokteran UNHAS Angkatan 2002)
Muhammad Ikhsan Sandira (mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS angkatan 2007)
Muhammad Isman Sandira (mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum UNHAS angkatan 2008)

Riwayat Pendidikan :
TK Pertiwi II Bhayangkari Palopo tamat 1989
SDN 12 Enrekang tamat 1995
Pesantren DDI Mangkoso Barru tingkat I’dadiyah (persiapan) thn 1996
SMPN 2 Enrekang tamat 1998
SMUN 1 Enrekang tamat 2001
Pendidikan Dokter Gigi UNHAS Program Strata Satu angkatan 2001
Pendidikan Dokter Gigi UNHAS Program Profesi Thn 2007

Riwayat Pengkaderan :
Penegak Bantara Dewan Ambalan SMU 1 Enrekang
Latihan Kepemimpinan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) 1999
Lokakarya Senat Mahasiswa FKG UNHAS, 2001
LK I Senat Mahasiswa FKG UNHAS, 2002
Daurah Marhalah I KAMMI Komisariat UNHAS Wilayah Medik, 2001
Daurah Marhalah II Angkatan II KAMMI Daerah Sul-Sel, 2003
Daurah Marhalah III KAMMI Teritorial VII Indonesia, 2005

Riwayat Organisasi :
Ketua PMR SMPN 2 Enrekang (1996-1997)
Ketua OSIS SMPN 2 Enrekang (1997-1998)
Kord. Sanggah Kerja SAKA Bhayangkara Kab. Enrekang
Kord. Seksi Berbangsa Dan Bernegara OSIS SMUN I Enrekang (1999-2000)
Kordinator Bidang Kaderisasi Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Kabupaten Enrekang (2000-2001)
Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMUN I Enrekang (2000-2001)
Bendahara Umum Satuan Mahasiswa (SATMA) Pemuda Pancasila MPW Sul-Sel (2001-mengundurkan diri)
Kord. Departemen HUMAS KAMMI Komisariat UNHAS (2003-2004)
Kord. Departemen Kajian&Dakwah Mushalla Al-Ikhlash FKG UNHAS (2003-2004)
Ketua Umum Mushalla Al-Ikhlash FKG UNHAS (2004-2005)
Staf Biro Kewirausahaan KAMMI Daerah Sul-Sel (2005)
Ketua Umum Forum Komunikasi Mushalla Dan Kerohanian Islam (FKMKI) UNHAS (2005)
Ketua Majelis Musyawarah FKMKI UNHAS (2005)
Sekretaris Dept.Kaderisasi KAMMI Daerah Sul-Sel (Mei 2006)
Pjs.Kord.Departemen Kaderisasi KAMMI Daerah Sul-Sel (Juni-Juli 2006)
Kord. Departemen Kebijakan Publik/Kajian Strategis KAMMI Daerah Sul-Sel Agustus 2006- selesai

Hobby : Baca buku sejarah, browsing, makan, basket

Alamat
Makassar : Jl. Perintis Kemerdekaan 11 No.168 RW.05 RT. 04 Tamalanrea
Daerah : Jl. Samburaka (permandian kontamale) Wanci, Wakatobi.,
Sulawesi Tenggara

Email : ikhwan_makassar01@yahoo.com/drg.muslim83@gmail.com
About Me : Enjoy myself, like to observe, love to learn, and adore my
religion!

Great Moment in my life :
Juara I Murid Teladan Tingkat SD Kecamatan Wara Utara, Kab. Luwu thn 1993
Juara I Lomba Cerdas Tangkas P4 Kab. Luwu, 1994
Urutan II Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat TVRI Makassar, 1994
Juara II Lomba Murid Teladan Tingkat SLTP Kab. Enrekang, 1997
Pasukan Inti 8 Pengibar Bendera Pusaka (bagian tengah/komando) Kabupaten Enrekang, 1998
Juara III Kejuaraan Terbuka Basket Kab. Enrekang (team predator), 1999
Juara I Kejuaraan Terbuka Basket Kab. Enrekang (team SMU 1 Ekg), 2000
Peserta Terbaik Lokakarya Senat Mahasiswa FKG UNHAS, 2002
Relawan PKPU Musibah Tsunami Banda Aceh, 2003
Penggagas re-vitalisasi FKMKI UNHAS, 2005

Motto Hidup : Sejarah Adalah Guru Yang Terbaik

Readmore
| 3 comments ]


A.Gambaran Umum
Perawatan yang berlebihan terhadap penyakit ganas dapat membuat kerusakan yang tak terhindarkan pada sel normal. Jalur mukosa sepanjang organ-organ pencernaan, termasuk didalamnya mukosa mulut merupakan sasaran utama dari perawatan yang berhubungan dengan toksisitas oleh mekanisme penyembuhan sehingga menyebabkan perubahan sel secara drastis. Perubahan pada struktur jaringan lunak pada permukaan mulut mencerminkan perubahan yang terjadi pada traktus gastrointestinal, namun pembahasan kali ini hanya berfokus pada komplikasi mulut akibat dari obat-obatan neoplastik dan terapi radiasi.


Toksisitas pada rongga mulut dapat membuat dokter gigi yang merawat memberikan terapi antineoplastik secara maksimal atau sebaliknya berakibat terjadinya pengurangan dosis dan modifikasi dari tahap perawatan, bahkan sampai berakibat pada penundaan dan penghentian terapi. Komplikasi rongga mulut akibat terapi kanker terjadi pada kebanyakan pasien dengan terapi pada kepala dan leher. Sekitar 40 %, sisanya terapi kimia pada lokasi yang lain. Secara signifikan toksisitas pada oropharyngeal juga dapat terjadi pada radiasi kepala dan leher.

Komplikasi oral yang paling umum ditemukan setelah dilakukan kemoterapi dan terapi radiasi adalah mucositis, infeksi local, nyeri dan hemorrhage . Sedangkan efek sampingnya adalah dehidrasi dan malnutrisi. Penyinaran radiasi pada kepala dan leher dapat menyebabkan cedera pada glandula saliva, mukosa mulut, otot dan tulang alveolar yang dapat mengakibatkan terjadinya xerostomia, penyakit dental dan osteoradionekrosis.

Manajemen pada komplikasi oral pada terapi kanker terdiri dari identifikasi dari populasi yang beresiko, intervensi pra-perawatan ketika terjadi inisiasi (berdasarkan hasil evaluasi, perawatan atau koreksi dari pra-kehadiran penyakit mulut atau profilaksis yang tepat) dan manajemen komplikasi ketika penyakit tersebut sudah berkembang.

B.Etiologi/Patofisiologi
Identifikasi pada pasien dengan resiko tinggi, memungkinkan dokter gigi untuk memulai evaluasi pra-perawatan dan melakukan tindakan profilaktis yang terukur untuk meminimalkan insidens dan morbiditas yang berkaitan dengan toksisitas rongga mulut. Faktor resiko paling utama pada perkembangan komplikasi oral selama dan terhadap perawatan adalah pra-kehadiran penyakit mulut dan gigi, perhatian yang kurang terhadap rongga mulut selama terapi dan faktor lainnya berpengaruh pada ketahanan dari rongga mulut. Faktor resiko lainnya adalah : tipe dari kanker (melibatkan lokasi dan histology), penggunaan antineoplastik, dosis dan administrasi penjadwalan perawatan, kemudian area radiasi, dosisnya, jadwal dilakukan radiasi (kekerapan dan durasi dari antisipasi myelosuppresi) serta umur pasien.

Keadaan sebelum hadirnya penyakit seperti adanya kalkulus, gigi yang rusak, kesalahan restorasi, penyakit periodontal, gingivitis dan penggunaan alat prostodontik, berkontribusi terhadap berkembangnya infeksi lokal dan sistemik. Kolonisasi bakteri dan jamur dari kalkulus, plak, pulpa, poket periodontal, kerusakan operculum, gigi palsu, dan penggunaan alat-alat kedokteran gigi merupakan sebuah lahan yang subur buat organisme opportunistik dan pathogenistik yang mungkin berkembang pada infeksi lokal dan sistemik. Tambalan yang berlebih atau peralatan lain yang melekat pada gigi, membuat lapisan mulut lebih buruk, menebal dan mengalami atropi, kemudian menghasilkan ulserasi local (stomatitis).

1.Komplikasi Akibat Kemoterapi
Karena sel lapisan epitel gastrointestinal mempunyai waktu pergantian yang mirip dengan leukosit, periode kerusakan terparah pada mukosa oral frekuensinya berhubungan dengan titik terendah dari sel darah putih. Mekanisme dari toksisitas oral bertepatan dengan pulihnya granulosit. Bibir, lidah, dasar mulut, mukosa bukal, dan palatum lunak lebih sering dan rentan terkena komplikasi dibanding palatum keras dan gingiva; hal ini tergantung pada cepat atau tidaknya pergantian sel epithelial. Peran vaskularisasi darah pada stomatitis dapat diduga sebagai akibat dari cryoterapi topical dalam melindungi mucositis dari agen-agen seperti fluorouacil.
Agen antineoplastik merupakan penyebab utama mucositis, termasuk ; bleomycin, dactomycin, doxorubicin, etoposide, fluxuridine, 5FU, hydroxiurea, methotrexate, mitomycin, vinblastine, vincristine, dan vinorelbine. Mukosa mulut akan menjadi tereksaserbasi ketika agen kemoterapeutik yang menghasilkan toksisitas mukosa diberikan dalam dosis tinggi atau berkombinasi dengan ionisasi penyinaran radiasi.

2.Komplikasi Akibat Radiasi
Penyinaran lokal pada kepala dan leher tidak hanya menyebabkan perubahan histologis dan fisiologis pada mukosa oral yang disebabkan oleh terapi sitotoksik, tapi juga menghasilkan gangguan struktural dan fungsional pada jaringan pendukung, termasuk glandula saliva dan tulang. Dosis tinggi radiasi pada tulang yang berhubungan dengan gigi menyebabkan hypoxia, berkurangnya supplai darah ke tulang, hancurnya tulang bersamaan dengan terbukanya tulang, infeksi, dan nekrosis.
Radiasi pada daerah kepala dan leher serta agen antineoplastik merusak divisi sel, mengganggu mekanisme normal pergantian mukosa oral. Kerusakan akibat radiasi berbeda dari kerusakan akibat kemoterapi, pada volume jaringan yang terus teradiasi terus-menerus akan berbahaya bagi pasien sepanjang hidupnya. Jaringan ini sangat mudah rusak oleh obat-obatan toksik atau penyinaran radiasi lanjutan, Mekanisme perbaikan fisiologis normal dapat mengurangi efek ini sebagai hasil dari depopulasi permanen seluler.

3.Komplikasi Akibat Pembedahan
Pada pasien dengan osteoradionekrosis yang melibatkan mandibula dan tulang wajah, maka debridemen sisa pembedahan dapat merusak. Usaha rekonstruksi akan menjadi sia-sia, kecuali jaringan oksigenasi berkembang pada pembedahan. Terapi hiperbarik oksigen telah berhasil menunjukkan rangsangan terhadap formasi kapiler baru terhadap jaringan yang rusak dan telah digunakan sebagai tambahan pada debridemen pembedahan.

4.Penilaian Pra-perawatan dan Intervensi

Insidens komplikasi oral pada pasien yang tidak memiliki keganasan pada kepala dan leher dapat secara signifikan berubah ketika dilakukan pendekatan intensif pada pasien tentang pentingnya kebersihan mulut. Tindakan preventif primer yang terukur., seperti ; keseimbangan intake nutrisi, oral hygiene, yang adekuat, deteksi dini terhadap masalah oral, merupakan intervensi pra-perawatan yang penting. Seorang dokter gigi atau ahli hygiene harus akrab dengan komplikasi oral akibat perawatan kanker. Dokter gigi harus memeriksa terlebih dahulu pasien sebelum perawatan (kemoterapi dan radioterapi pada kepala dan leher). Idealnya pemeriksaan ini dilakukan 2-4 minggu sebelum perawatan, untuk mendapatkan penyembuhan adekuat buat perawatan dental. Pemeriksaan ini membuat dokter gigi dapat mengetahui kondisi mukosa oral dan jaringan pendukung sebelum terapi dan untuk memulai intervensi yang diperlukan yang dapat mengurangi komplikasi oral selama dan sesudah terapi. Sebuah program oral hygiene harus dimulai dimana pasien harus diberitahu tentang pentingnya OH yang bagus sebelum memulai perawatan.

C.Komplikasi Oral

1.Mucositis/Stomatitis

Defenisi mucositis dan stomatitis sering tertukar dalam penggunaannya tetapi terdapat perbedaan yang besar diantara keduanya. Mucositis dijelaskan sebagai suatu inflammatory toksik yang mempengaruhi traktus gastrointestinal dari mulut sampai anus, yang dapat dihasilkan akibat dari pennyorotan radiasi sampai agen kemoterapeutik atau radiasi ionisasi. Tipikal mucositis termanifestasi sebagai suatu eritematous, lesi seperti terbakar atau acak, focal to diffuse, dan lesi ulseratif. Mucositis dapat tereksaserbasi dengan factor lokal. Stomatitis merujuk pada suatu reaksi inflamasi yang terjadi pada mukosa oral, dengan atau tanpa ulserasi dan dapat berkembang oleh faktor lokal seperti yang teridentifikasi pada etiologi/patofisiologi pada pembahasan ini. Stomatitis dapat menjadi berkadar ringan atau parah ; pasien dengan stomatitis yang parah tidak akan mampu memasukkan apapun kedalam mulutnya. Pada praktek pemakaian umum, istilah mucositis, dan stomatitis dipergunakan tanpa dipilah untuk menjelaskan fenomena yang sama.

Mucositis eritematous dapat terjadi 3 hari setelah pemaparan kemoterapi, tapi secara umum berkisar 3-7 hari. Perkembangan menuju mucositis ulseratif umumnya berlangsung 7 hari setelah kemoterapi. Dokter gigi harus waspada terhadap potensi berkembangnya toksisitas akibat peningkatan dosis atau lamanya perawatan pada percobaan klinik yang menunjukkan toksisitas gastrointestinal. Dosis tinggi kemoterapi seperti yang dilakukan pada perawatan leukemia dan pengaturan jadwal obat dengan infus berlanjut, berulang dan tidak terputus (seperti bleomycin, cytarabine, methotrexate dan fluororacil) sepertinya merupakan penyebab mucositis dibanding obat infus satu bolus dengan dosis yang setara. Mucositis tidak akan bertambah parah jika tidak terkomplikasi oleh infeksi dan secara normal dapat sembuh total dalam 2-4 minggu.
Penilaian sistimatis pada kavitas oral sepanjang perawatan, deteksi dini toksisitas dan inisiasi OH yang terukur dirancang untuk menekan atau melindungi komplikasi lebih lanjut. Pada suatu usaha untuk melakukan standarisasi pengukuran ketahanan mukosa, skala penilaian oral telah berkembang pada tingkat karakteristik gangguan stomatitis pada bibir, lidah, membran mukosa, gingiva, gigi, kerongkongan, kualitas saliva, dan suara. Instrumen spesifik penilaian telah berkembang untuk mengevaluasi hal-hal yang dapat diteliti serta dimensi fungsional stomatitis. Perangkat evaluatif ini bervariasi dalam kompleksitas.

Sekali mucositis berkembang, keparahannya dan status hematologik pasien membutuhkan manajemen oral yang tepat. OH yang cermat dan meredakan gejala menjadi fokus dari perawatan. Pada pemeriksaan klinis, manajemen rekomendasi bersifat anekdot. Beberapa garis panduan untuk perawatan mulut termasuk penilaian sebanyak dua kali sehari untuk pasien dirumah sakit dan perawatan mulut yang sering (minimal 4 jam dan sewaktu akan tidur) malahan meningkatkan keparahan dari mucositis.

2.Infeksi
Mucositis oral dapat berkomplikasi dengan infeksi pada pasien dengan sistim imun yang menurun. Tidak hanya mulut itu sendiri yang dapat terinfeksi, tetapi hilangnya epitel oral sebagai suatu protektif barrier terjadi pada infeksi lokal dan menghasilkan jalan masuk buat mikroorganisme pada sirkulasi sistemik. Ketika ketahanan mukosa terganggu, infeksi lokal dan sistemik dapat dihasilkan oleh indigenous flora seperti mikroorganisme nosokomial dan oportunistik. Ketika jumlah netrofil menurun sampai 1000/kubik/mm, insiden dan keparahan infeksi semakin meningkat. Pasien dengan neutropenia berkepanjangan berada pada resiko tinggi buat perkembangan komplikasi infeksi yang serius. Pendekatan nonfarmakologik untuk melindungi infeksi dan profilaksis dengan antimikrobial sedang dievaluasi dengan penelitian control.

Penggunaan antibiotik berkepenjangan pada penyakit neutropenia mengganggu flora mulut, menciptakan suatu lingkungan favorit buat jamur untuk berkembang yang dapat bereksaserbasi oleh terapi steroid secara bersamaan. Dreizen dan kawan-kawan melaporkan bahwa sekitar 70 % infeksi oral pada pasien dengan tumor solid disebabkan oleh Candida Albicans dan jamur lainnya, 20 % disusun oleh Herpex Simplex Virus (HSV) dan sisanya disusun oleh bakteri bacillus gram negatif. Pada pasien dengan keganasan hematologik, 50 % infeksi oral akibat bakteri Candida Albicans, 25 % akibat HSV, dan 15 % oleh bakteri bacillus gram negatif. HSV merupakan gejala paling umum pada infeksi oral viral. HSV yang tidak mendapat penanganan, dapat terus aktif sepanjang imunosuppresi oleh kemoterapi sitotoksik.

Mayoritas bakteri infeksi mulut adalah gram negatif, hal ini berpatok pada pergantian kolonisasi bakteri kavitas oral dari bakteri predominan gram positif menuju gram negatif. Dokter gigi dapat memilih untuk melakukan kultur rutin pada mulut dan jalur masuk potensial microbial pada pasien yang diduga mengalami hipoplasia tulang sumsum yang berkepanjangan (kultur survaillans). Spesimen yang ada, membuktikan suatu organisme predominan terhadap flora normal atau sebuah isolator tunggal sebagai patokan untuk mengidentifikasi suatu fokus infeksi pada pasien dengan imunitas yang menurun dan pada pasien yang tidak menunjukkan manifestasi infeksi pada neutropenia yang baru atau frank neutropenia. Kultur survaillans juga mengarah pada seleksi empirik antimikrobial. Karena morbiditas dan mortalitas berhubungan dengan penyebaran infeksi jamur, deteksi dini dan perawatan infeksi lokal juga sangatlah penting.

3.Hemorrhage
Hemorrhage dapat terjadi sepanjang perawatan akibat trombositopenia dan atau koagulasipati. Pada lokasi terjadinya penyakit periodontal dapat terjadi perdarahan secara spontan atau dari trauma minimal. Perdarahan oral dapat berbentuk minimal, dengan ptekiae berlokasi pada bibir, palatum lunak, atau lantai mulut atau dapat menjadi lebih parah dengan hemorrhage mulut , terutama pada krevikular gingival. Perdarahan gingiva spontan dapat terjadi ketika jumlah platelet mencapai paling kurang 50.000/kubik/mm.

4.Xerostomia
Xerostomia dapat dikenali sebagai berkurangnya sekresi dari glandula saliva. Gejala klinik tanda xerostomia termasuk diantaranya : rasa kering, suatu sensasi rasa luka atau terbakar (khususnya melibatkan lidah), bibir retak-retak, celah atau fissura pada sudut mulut, perubahan pada permukaan lidah, kesulitan untuk memakai gigi palsu, dan peningkatan frekuensi dan atau volume dari kebutuhan cairan. Pengaturan perawatan preventif oral, termasuk applikasi topikal flour harus segera dimulai untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Xerostomia dapat dihasilkan melalui reaksi inflammatory dan efek degeneratif radiasi ionisasi pada glandula saliva parenkim, khususnya pada serous acinar. Perubahan ini biasanya sangat pesat dan bersifat irreversible, khususnya ketika glandula saliva termasuk daerah penyorotan radiasi. Aliran saliva mengalami penurunan 1 minggu setelah perawatan dan berkurang secara progresif ketika perawatan terus dilanjutkan, Derajat dari disfungsi tersebut sangat berhubungan dengan dosis radiasi dan volume jaringan glandula pada lapangan radiasi. Glandula parotid dapat menjadi lebih rentan terhadap efek radiasi daripada glandula submandibular, sublingual, dan jaringan glandula saliva minor. Jaringan glandula saliva yang telah tidak teradiasi lagi dapat menjadi hiperplastik, sebagian merupakan kompensasi buat bagian nonfungsional.
Xerostomia mengganggu kapasitas buffer mulut dan kemampuan pembersihan mekanis, sering berkonstribusi pada dental karies dan penyakit periodontal yang progresif. Perkembangan dental karies berakselerasi dengan sangat cepat pada terjadinya xerostomia akibat hilangnya immunoprotein protektif yang merupakan komponen dari saliva.

Saliva dibutuhkan untuk eksekusi normal dari fungsi mulut seperti mengecap, mengunyah, dan berbicara. Keseluruhan kecepatan aliran saliva yang kurang dari 0,1 ml/menit dianggap sebagai indikasi xerostomia (normal = 0,3-0,5 ml/menit). Xerostomia menghasilkan perubahan didalam rongga mulut antara lain :

1.Saliva tidak melakukan lubrikasi dan menjadi menebal dan atrofi, yang akan mengganggu kenyamanan pasien.
2.Kapasitas buffer menjadi tereliminasi, pada mulut kering yang bersih pH umumnya 4,5 dan demineralisasi dapat terjadi.
3.Flora oral menjadi patogenik.
4.Plak menjadi tebal dan berat, debris tetap bertahan akibat ketidakmampuan pasien untuk membersihkan mulut.
5.Tidak ada mineral (kalsium, fosfor, fluor) yang tersimpan pada permukaan gigi.
6.Produksi asam setelah terpapar oleh gula dihasilkan oleh demineralisasi selanjutnya pada gigi dan kemudian dapat menimbulkan kerusakan gigi
5.Nekrosis Akibat Radiasis
Nekrosis dan infeksi pada jaringan yang telah dilakukan penyorotan radiasi sebelumnya (osteoradionekrosis) merupakan suatu komplikasi yang serius bagi pasien yang menjalani terapi radiasi pada tumor kepala dan leher. Komplikasi oral akibat terapi radiasi memerlukan terapi dental yang agresif sebelum, selama dan setelah terapi radiasi untuk meminimalisasi tingkat keparahan (xerostomia permanent, karies ulseratif, osteomyelitis akibat radiasi dan osteoradionekrosis).

D.Pilihan Intervensi
1.Pertimbangan Perawatan Rongga Mulut
Oral hygiene sistemik secara rutin sangatlah penting dalam mengurangi insidens dan keganasan dari efek perawatan onkologik seperti ; karies radiasi, stomatitis, dan candidiasis. Pada pasien dengan xerostomia yang ringan dan jarang atau dengan reseksi melibatkan struktur mulut, sebuah inspeksi identifikasi pada area tersebut perlu dilakukan. Metode oral hygiene termasuk diantaranya berkumur/mengirigasi dan penghilangan plak secara mekanik. Memberitahukan pasien bagaimana melakukan perawatan kebersihan mulut adalah sama pentingnya dengan pengobatan.

Setelah makan, permukaan oral harus dibilas dan atau dibersihkan ; dimana membersihkan kavitas oral hampir selalu dibutuhkan dengan pasien kasus xerostomia. Gigi palsu perlu untuk dibersihkan sesering mungkin dan harus disikat lalu dibilas setelah makan. Membilas permukaan mulut saja dapat menjadi tidak cukup untuk membersihkan kavitas oral ; pembersihan plak secara mekanik terkadang diperlukan , bahkan pada pasien edentolous. Setelah kebiasaan ini berkembang, pasien harus mengetahui pembersihan plak secara mekanis diperlukan untuk membantu pembersihan. Pembersihan plak secara mekanik diantaranya gauze, toothettes, sikat gigi serta bantuan dari pembersihan interdental seperti : floes, sikat proxy, wooden, wedge, dan sikat gigi palsu.

Toothettes tidak membersihkan seluruh gigi, walaupun mereka bekerja dengan baik untuk membersihkan area pembedahan pada kasus maxillectomy atau hemimandibuloctomy. Toothettes juga baik untuk membersihkan alveolar ridge maxilla/mandibula pada area edentulous, palatum, palatum dengan torus yang menonjol, serta lidah. Jika terjadi xerostomia, maka plak menjadi tebal dan lebih berat serta tidak mampu dihilangkan.
Produk perawatan mulut harus dipilih secara seksama, alat-alat yang menghasilkan gejala atau cedera pada mukosa jangan digunakan. Pembersihan dengan menggunakan alkohol harus dihindari. Jikalau penggunaan pasta gigi mengiritasi dan membuat rasa terbakar pada gingiva atau mukosa, pasta gigi dengan komposisi ringan harus dipilih, seperti pasta gigi anak-anak. Perawatan bibir juga penting dengan memberikan pelembab.

2.Manajemen Mucositis/Stomatitis
Walaupun mucositis berlanjut menjadi salah satu toksisitas dengan dosis terbatas dari fluororacil (5FU), cryotherapy dapat menjadi pilihan dalam perlindungan mucositis oral. Karena 5FU mempunyai waktu kerja yang singkat, pasien diinstruksikan untuk mengunyah lempengan es didalam mulut selama 30 menit, dimulai dari 5 menit sejak penggunaan 5FU.

Protokol perawatan rongga mulut termasuk diantaranya : pembersihan attraumatik pada mukosa mulut, memberi pelembab pada bibir dan kavitas oral, serta meringankan sakit dan inflamasi. Sikat gigi lunak atau foam swab (toothettes) membersihkan gigi secara efektif dan tanpa trauma. Pilihan untuk melakukan pembersihan atau debridemen termasuk diantaranya : garam dan soda (1 ½ sendok the garam dan agen sodium bikarbonat pada 8 ons air hangat), normal saline, sodium bikarbonat (1 sendok teh pada 8 ons air), air steril dan hydrogen peroxide (perbandingan 1 : 1 dengan air atau saline normal). Indikasi untuk penggunaan hydrogen peroksida adalah kebutuhan melakukan debridemen secara halus. Penggunaannya harus dibatasi (untuk 1-2 hari). Penggunaan berlebih dapat mengganggu penyembuhan dari stomatitis. Data yang tersedia juga mengkhawatirkan efek terapeutik dari chamomile dan chlorhexidine.

Pada pasien dengan dengan stomatitis, irigasi/berkumur dengan saline ringan atau garam dan soda harus dilakukan setiap 2 jam sekali. Berkumur secara hati-hati dengan menggunakan sebuah gauze basah yang dicelupkan pada cairan saline sangat membantu pada pembersihan debris. Toothettes dapat berefek terlalu keras pada beberapa area tertentu. Irigasi harus dilakukan pada medikasi secara topical, pembersihan membuat debris membuat saliva dapat berpenetrasi pada jaringan oral dan melindungi terjadinya penumpukan. Frekuensi pembersihan dengan pembilasan dan lubrikasi jaringan, melindungi dari penebalan dan melindungi dari penumpukan bakteri. Garam dan soda menetralisasi asam dan menghilangkan penebalan.

Pelembaban dapat dicapai dengan air yang dilarutkan dengan jelly. Diclonine hydrochloride 0,5 % atau 1 %, lidocain 2 % viscous, carbamide peroxide 10 % (urea peroxide 10 %), atau 1 dari banyak campuran yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu yang didalamnya terdapat bangunan viskositas atau agen yang bersifat membungkus seperti ; susu magnesium, kaolin dengan suspensi lectin, campuran dari suspensi aluminium dan atau magnesium hidroksida (banyak antacid), atau suspensi sucralfate dikombinasikan dengan anestetik topical yang menghasilkan topikal analgesia.
Agen yang menghasilkan gejala atau cedera pada mukosa jangan digunakan. Pasien dapat menggunakan pasta gigi jika pasien masih dapat bertoleransi; tetapi pencuci mulut yang mengandung alkohol harus dihindari. Glycerin bersifat hygroskopik (menghilangkan atau mempertahankan kelembaban) dan dapat membuat jaringan menjadi kering. Topikal anestesi dapat meminimalkan nyeri untuk sementara, tetapi penggunaan secara sering dapat memperluas dan memperlama mucositis. Analgesik sistemik (termasuk opioid) diindikasikan pada pasien untuk mengurangi ketidaknyamanan, dokter gigi harus waspada pada agen yang dapat membuat terjadinya iritasi pada gastrointestinal dan mempengaruhi mekanisme hemostasis, sebuah pernyataan terpisah tentang nyeri juga terdapat di PDQ.

Walaupun belum didukung penelitian klinik yang kuat, pembersih mulut allopurinol dan vitamin E telah dikenali sebagai zat yang menekan keganasan dari mucositis. Prostaglandin E2 tidak efektif sebagai profilaksis mucositis pada kasus transplantasi tulang sumsum.

3.Manajemen Infeksi
Profilaksis untuk mengatasi superinfeksi jamur secara umum direkomendasikan zat topikal antifungal seperti mystatin yang mengandung pencuci mulut dan clotrimazole troches.

Walaupun profilaksis topikal antifungal dan perawatan dapat membersihkan infeksi superficial oropharyngeal, tetapi agen topikal tersebut tidak menyerap dengan baik dan tidak efektif melawan infeksi jamur yang lebih dalam letaknya, yang secara tipikal melibatkan esophagus dan traktus gastrointestinal bagian bawah. Untuk alasan ini agen sistemik diindikasikan untuk merawat seluruhnya kecuali infeksi jamur superfisial pada kavitas oral.

Chlorhexidine mempunyai spectrum antimicrobial yang luas yang beraktifitas melawan organisme gram positif/negatif, ragi dan organisme jamur lainnya. Chlorhexidine juga diperlukan untuk mendukung ketahanan permukaan mulut dan absorpsi gigi tiruan minimal, dengan demikian dapat mengurangi efek secara sistemik. Penggunaan chlorhexidine untuk profilaksis infeksi oral menunjukkan hal yang menjanjikan untuk mengurangi inflamasi dan ulserasi sama halnya dalam mengurangi jumlah mikroorganisme pada pasien dengan resiko tinggi. Chlorhexidine gluconate 0,12 % pencuci mulut dapat digunakan bersamaan dengan topikal profilaktik dan antimicrobial sistemik pada populasi pasien dengan resiko tinggi. Obat kumur chlorhexidine dalam penggunaannya telah dikombinasikan dengan gel fluoride untuk mengontrol flora kariogenik. Dokter gigi harus mencatat, bahwa chlorhexidine dapat digunakan sebagai pencuci mulut dan obat kumur, tapi tidak boleh ditelan. Formula chlorhexidine yang dipasarkan juga juga maengandung alcohol yang cukup banyak, yang dapat mengeksaserbasi xerostomia. Hal ini dipandang cukup penting pada konteks, xerostomia dapat merubah flora menjadi tipe yang lebih kariogenik.

4.Manajemen Candidiasis
Candidiasis adalah akibat dari infeksi jamur yang secara umum akibat peran dari Candida Albicans. Pasien dengan candidiasis harus diinstruksikan untuk :

1.Membersihkan kavitas oral terlebih dahulu sebelum medikasi anti jamur ; irigasi dan pembersihan plak secara mekanik mungkin juga diperlukan.
2.Menanggalkan gigi palsu ketika medikasi dilakukan
3.Melakukan desinfeksi pada gigi palsu dan mulut
4.Membuang sikat gigi yang lama dan menggantinya dengan yang baru
5.Mendesinfeksi semua objek atau alat yang digunakan dalam rongga mulut
6.Menggunakan sebuah suspensi sebagai pengganti dari troche jika xerostomia terjadi (jika troche yang dipilih maka pasien harus berkumur atau minum air terlebih dahulu).

5.Manajemen Hemorrhage
Penggunaan sikat gigi dan dental floss pada pasien dengan jumlah platelet kurang dari 50.000/kubik/mm akan bermasalah karena berpotensi menyebabkan terjadinya perdarahan. Topikal thrombin dapat digunakan sebagai hemostasis lokal pada pasien dengan hemorrhage oral sekunder sebelum thrombocytopenia.

6.Manajemen Xerostomia
Diinstruksikan buat pasien yang punya riwayat xerostomia untuk mempertahankan oral hygiene untuk melindungi masalah dental. Penyakit periodontal dapat berkembang pesat dan karies menjadi rampan kecuali tindakan preventif terukur ditegakkan. Untuk mengurangi kerusakan gigi ketika terjadi xerostomia pasien harus :

1.Melakukan oral hygiene sistimatik 4 kali sehari (setiap selesai makan dan sebelum tidur)
2.Menggunakan pasta gigi berfluorida
3.Menggunakan resep gel yang mengandung fluoride setiap hari sebelum tidur (fluoride efektif melindungi gigi dari plak)
4.Berkumur dengan cairan garam dan baking soda 4-6 kali/hari (1/2 sendok teh garam dan ½ sendok teh baking soda pada 1 cangkir air hangat) Untuk membersihkan dan melubrikasi jaringan mulut dan membuffer lingkungan mulut.
5.Menghindari makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi
6.Mengisap-isap air untuk mengurangi kekeringan mulut

Penggunaan fluoride secara topical telah menunjukkan hasil dapat meminimalkan formasi karies. Sepanjang perawatan radiasi, telah direkomendasikan gel sodium fluoride 1 % diaplikasikan pada mouth guard untuk melindungi mulut, yang ditempatkan pada gigi bawah dan atas. Mouth guard didiamkan selama 5 menit, setelahnya pasien tidak boleh makan dan minum selama 30 menit.

Manajemen xerostomia termasuk penggunaan saliva pengganti atau sialagogues. saliva pengganti atau saliva buatan (obat kumur mengandung hydroxyetil, hydroproxyl, atau carbomethylcellulose) zat pereda untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat xerostomia dengan membasahi sementara mukosa mulut dan menggantikan penyusun yang hilang dari saliva. Sialagogues secara farmakologis merangsang produksi saliva dari respon menyeluruh jaringan glandula saliva untuk mengalirkan saliva normal. Pilocarpine adalah satu-satunya obat yang diakui US Food and Drug Administration untuk digunakan sebagai sialagogue (5 mg tablet pilocarpine hydrochlor) perawatan dimulai 5 mg secara oral, 3 kali sehari. Dosis ditentukan untuk mengoptimalkan respon klinik dan meminimalisasi efek yang merugikan. Beberapa pasien mendapatkan keuntungan ketika dosis ditingkatkan tetapi disamping itu efek samping juga meningkat. Dosis buat pasien sebelum tidur dapat ditingkatkan 10 mg setelah memulai pengobatan dengan pilocarpine. Berikutnya pada pagi dan sore dosis juga dapat dinaikkan maksimum 10 mg/dosis (total 30 mg/hari). Toleransi pasien diketahui 7 hari setelah penambahan dosis. Efek samping yang paling umum pada dosis penggunaan klinik adalah hyperhidrosis (keringat berlebihan). Insidens dan keganasannya berbanding lurus dengan dosisnya. Demam nausea, rhinorrhea, vasodilatasi, peningkatan lakrimasi, tekanan kandung kemih (keadaan dan frekuensi saluran kencing), pusing, asthenia, sakit kepala, diarrhea, dan dyspepsia juga dilaporkan, yang umumnya terjadi jika dosis lebih besar dari 5 mg sebanyak 3 kali sehari. Pilocarpine merangsang aliran saliva 30 menit setelah ditelan; respon yang maksimal akan didapatkan setelah penggunaan yang kontinu. Pilocarpine dapat memberikan efek radioprotektif pada glandula saliva jika diberikan selama terapi radiasi kepala dan leher.

7.Capsaicin
Telah dikemukakan bahwa penggunaan capsaicin efektif untuk mengontrol nyeri akibat mucositis oral. Capsaicin dan sejenisnya adalah penyusun pedas yang menghasilkan rasa terbakar dengan menstimulasi polymodal nociceptor, pada reseptor nyeri predominan yang terdapat pada kulit membran mukosa. Reseptor digambarkan sebagai sebuah polymodal karena mempunyai sensitifitas berganda terhadap rangsang panas dan mekanik, serta rangsang kimia yang berbahaya. Telah dibuktikan melalui percobaan , bahwa setelah menelan capsaicin bersama makanan atau setelah aplikasi capsaicin pada mukosa oral; keganasan nyeri berbanding proporsional dengan konsentrasi capsaicin. Setelah pemaparan tunggal , nyeri terbakar akut terjadi secara tepat dan berkurang secara bertahap. Jika pemaparan capsaicin diulangi dengan tepat, sebelum rasa terbakar terjadi dari paparan sebelumnya akan menghilang, kepekaan dapat terjadi. Sebaliknya jika pemaparan dilakukan setelah rasa terbakar hilang, maka ketidakpekaan nociceptor akan terjadi. Ambang batas nyeri dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menaikkan konsentrasi capsaicin secara bertahap pada rangkaian aplikasi yang berulang. Efek desensitisasi capsaicin secara umum berlaku pada rasa nyeri yang lain. Ketika capsaicin diaplikasikan pada oral mukosa yang mengalami inflamasi, nyeri mucositis akan berkurang.

Sejauh ini, formulasi mukositis pada penggunaan intraoral telah diteliti. Di Amerika Serikat 0,025% dan 0,075% topikal capsaicin dalam bentuk lotion dan cream tersedia dan dijual secara bebas; tidak ada diantara capsaicin yang dijual bebas tersebut yang dirangsang khusus untuk penggunaan pada permukaan dan mukosa mulut. Ada sebuah kasus dilaporkan, dimana seorang pasien post therapeutic neuralgia menggunakan capsaicin yang dijual bebas berbentuk cream intraoral 0,025%. Pengalaman pasien tersebut gejala berkembang selama 2 hari dan nyeri menjadi hilang setelah 4 minggu pemakaian. Sebagai tambahan, Berger dan kawan-kawan telah menjelaskan formula praktis permen merica pedas (taffy). Peneliti menggolongkan jumlah permen pedas pada formulasi tertentu, membatasinya untuk meningkatkan konsentrasi capsaicin pada pasien yang dipapari. Pasien yang dikurangi rasa pekanya dengan capsaicin dosis rendah lebih mudah terpapar dibanding dengan pasien dengan dosis yang lebih tinggi. Secara teori, ketika konsentrasi capsaicin meningkat untuk menghasilkan nyeri terbakar kira-kira setara dengan pasien pada kasus nyeri mucositis, nyeri dapat berkurang atau menghilang beriringan dengan hilangnya sensasi dari capsaicin. Seluruh pasien dilaporkan terbebas dari nyeri mucositis dan nyeri menjadi hilang pada 2 dari 11 pasien, yang melanjutkan mengkonsumsi permen. 2 dari pasien yang tidak bisa melanjutkan konsumsi permen karena efek samping.

Sejauh ini bukti bahwa capsaicin menghilangkan gejala nyeri mucositis sangat besar harapannya, walaupun terbatas pada laporan yang belum jelas dan kasus-kasus yang kecil. Sampai saat ini belum diketahui efek capsaicin terhadap traktus gastrointestinal pada dosis dan durasi yang dapat meghilangkan nyeri mucositis. Evaluasi lebih lanjut sangat diperlukan ; evaluasi klinik dan penerimaan oleh para dokter gigi yang mempunyai fasilitas dan persiapan minim terhadap produk capsaicin akan terbatas sampai tersedianya formulasi capsaicin yang konsisten dan seragam.

E.Pertimbangan Psikososial
Pendidikan, perawatan supportif dan pengobatan gejala sangat penting buat pasien yang mempunyai pengalaman dengan komplikasi kanker pada rongga mulut. Adalah penting untuk memonitoring tingkat stress, kemampuan mengikuti dan merespon perawatan, memperlihatkan kepedulian terhadap problem yang dihadapi, dan memberikan pendidikan serta dukungan. Kunjungan perawatan di rumah dibutuhkan pada kasus pasen dengan gingivitis dan mucositis parah. Jika pasien merasa tidak mampu untuk mengunjungi tempat praktek. Perawatan rumah dapat mengevaluasi status fisikal dan psikososial dengan memberikan pendidikan dan dukungan perawatan, dimana perawat juga dapat menimba pengalaman untuk mengatasi masalah psikologikal stress. Dengan dukungan penuh dari staf perawat dan keluarga, diharapkan pasien dapat mengatasi masalah komplikasi ini.

Readmore
| 1 comments ]














Latar belakang
Sebuah penjelasan mengapa cedera lebih sering terjadi pada saraf lingual dibandingkan terjadi pada saraf alveolaris inferior yang disebabkan oleh blok saraf alveolaris inferior mungkin diakibatkan oleh pola ikatan serabut sarafnya. Bentuk ikatan serabut saraf yang unifasikular akan dapat dengan lebih rentan terhadap cedera dibandingkan dengan saraf dengan bentuk multifasikular.


Cara Kerja
Peneliti secara unilateral membedah saraf lingual dan alveolaris inferior dari 12 kadaver. Mereka memotong spesimen 2 milimeter diatas lingula pada kedua saraf tersebut. Dan pada (tepian) molar tiga untuk saraf lingual, lalu peneliti menghitung lembaran serabut saraf pada tiap lokasi tersebut.

Hasil
Pada saraf lingual di lingula jumlah rata – rata lembaran ikatan saraf lingual adalah tiga (kisaran 1 - 8). 4 dari 12 saraf (33 %) berbentuk unifasikular. Pada tepian molar tiga, saraf lingual memiliki nilai rataan (mean) 20 ikatan lembar saraf (kisaran 6-39). Pada tiap kasus, didapatkan lebih banyak ikatan lembaran saraf pada daerah molar dibandingkan pada daerah diatas lingula dengan saraf yang sama. Pada daerah lingula, saraf alveolaris inferior rata-rata berjumlah 7,2 lembar (kisaran 3 - 14)

Kesimpulan
Studi ini dapat menjelaskan penelitian bahwa ketika sebuah blok alveolaris inferior menyebabkan kerusakan saraf permanen. Maka saraf lingual akan terpengaruh dengan persentase 70 % sedangkan saraf alveolaris inferior hanya berubah 30 % pada saat yang sama. Pada 33 % kasus, saraf lingual hanya mempunyai 1 ikatan serabut saraf pada lingula; sebuah bentuk lembaran saraf unifasikular akan lebih rentan terhadap cedera daripada bentuk multifasikular.

Implikasi Klinik
Tidak ada jalan/metode yang dapat diketahui untuk mengontrol kemungkinan kerusakan saraf akibat dari blok alveolaris inferior. Saraf lingual paling sering mengalami cedera karena pola dari ikatan serabut sarafnya.

Telah diketahui, bahwa pada beberapa kejadian langka, sebuah blok saraf alveolaris inferior dapat menyebabkan paresthesia, anesthesia dan disthesia permanen pada saraf alveolaris inferior dan saraf lingual. Hanya sedikit kasus seperti diatas yang kita dapatkan di literatur dengan kisaran banyaknya kejadian dari 1 : 26.000 blok alveolaris inferior sampai dengan kisaran 1 : 800.000 blok alveolaris inferior. Kebanyakan penelitian memperlihatkan bahwa saraf lingual lebih banyak (70 %) mengalami cedera daripada saraf alveolaris inferior (30 %). Penelitian lain menyebutkan bahwa ketika kerusakan terjadi setelah blok saraf alveolaris inferior maka akan berpengaruh secara umum pada daerah anatomis tersebut dibandingkan dengan pengaruh pada bagian-bagian kecilnya seperti yang terjadi pada anestesi lokal.
Ketika blok saraf alveolaris mengakibatkan kerusakan saraf permanen, maka saraf lingual akan terpengaruh 70 % pada waktu tersebut, kemungkinan besar akibat dari pola lembar ikatan serabut sarafnya.

The University Of California, San Fransisco telah mendapatkan reputasi sebagai pusat tersier (ketiga) penyerahan pasien dengan cedera pada saraf alveolaris inferior dan saraf lingual. Setelah berpengalaman pada evaluasi 100 pasien dengan kerusakan saraf yang hanya dapat diperolah dari blok saraf alveolaris inferior yang pola cederanya selalu menghasilkan distribusi menyeluruh terhadap saraf dan tidak mengakibatkan kerusakan hanya pada 1 atau 2 ikat serabut saraf. Hal ini berlawanan dengan yang kita saksikan pada pasien yang mengalami cedera akibat trauma dentoalveolar (kebanyakan akibat dicabutnya molar tiga), dimana pola kerusakan secara menyeluruh jarang terjadi. Walaupun nampaknya kita tidak menyaksikan pasien dengan keterlibatan saraf pada California utara, pada saat yang sama tidak nampak perbedaan yang nyata pada pola distribusi cedera saraf sebagai akibat injeksi anestesi lokal. Dimana anestesi lokal tidak mempengaruhi keseluruhan saraf tapi hanya satu atau beberapa buah ikatan serabut saraf dapat terpengaruh dengan beberapa cara.

Mekanisme kerusakan saraf belumlah jelas, beberapa teori menyebutkan penyebab dari trauma langsung jarum suntik, perdarahan di dalam epineurium dan efek neurotoksik dari anestesi lokal itu sendiri. Penelitian pada kasus klinik tidak mendukung secara penuh teori – teori diatas, karena ada beberapa kasus yang sesuai dengan teori dan ada yang tidak.

Dalam menentukan gejala dan tanda yang diteliti pada pasien dengan cedera permanen di saraf alveolaris inferior dan lingual sebagai hasil dari injeksi anestetik lokal beberapa ketidakpastian yang timbul membuat etiologinya sulit untuk ditentukan. Telah diperlihatkan bahwa hanya lebih 50 % dari sebuah kelompok pasien tertentu mengeluh akan adanya kejutan listrik dan ketidaknyamanan abnormal lainnya yang berhubungan dengan injeksi. Oleh karena itu, dapat diasumsikan pada hampir 50 % kasus tidak ada kontak yang nyata antara jarum dan saraf. Juga, nampaknya tidak ada perbedaan antara cedera saraf permanen yang dihasilkan dari suatu blok saraf alveolar dan faktor - faktor yang menyebabkan trauma lokal. Antara perbedaan ini terdapat fakta bahwa munculnya disesthesia terjadi lebih sering pada kerusakan saraf berhubungan dengan blok saraf alveolar, yang mana mengindikasikan suatu fenomena fisikokimia yang berhubungan dengan unsur pokok kimia dari anestetikum lokal. Serupa dengan hal tersebut, gangguan sensasi terkadang menyebar pada cabang saraf yang saling berdekatan, yang juga menyebabkan suatu cedera fisikokima sehingga dapat menyebabkan demielinisasi.

Peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui apakah pola ikatan serabut saraf pada saraf alveolaris inferior dan lingual diatas lingula, dimana blok alveolaris inferior dilakukan dapat menghasilkan cedera relatif yang melibatkan tiap saraf.


Alat, Bahan dan Metode
Peneliti melakukan pembedahan pada saraf alveolaris inferior dan lingual secara unilateral pada 12 kadaver. Peneliti membedah saraf lingual kira-kira 5 mm di atas lingula terus ke bawah hingga sampai di daerah molar dua. Saraf alveolaris inferior dibedah 5 mm di atas lingula dimana saraf memasuki saluran alveolaris inferior yang terletak di bawah lingula. Peneliti memotong dan mengambil spesimen 2 mm diatas lingula (tempat diperkirakan larutan anestetikum didepositkan) untuk saraf alveolaris inferior dan lingual serta sisi berlawanan pada daerah tengah molar ketiga. Peneliti memotong 5 mikrometer bagian spesimen dan mengulasinya dengan hematoxylin dan eosin. Bagian-bagian tersebut pertama-tama diteliti untuk memastikan orientasi cross sectional. Peneliti kemudian melakukan orientasi ulang dan pemotongan ulang kasus dari bagian tersebut dengan garis singgung (tangen). Jumlah individual dari ikatan serabut saraf pada tiap serabut saraf dinilai dengan seorang ahli patologi berpengalaman. Menggunakan pembesaran 40 kali dan penegasan pembesaran 200 kali untuk ikatan serabut saraf yang lebih kecil. Untuk analisis statistik, hasil dari setiap jenis saraf di ratakan. Peneliti mengasumsikan data menjadi sampel dari sebuah distribusi Gaussian, peneliti menggunakan analisis parametrik yang menggunakan test t berpasangan untuk membandingkan nilai rataan. Nilai ρ kurang dari 0,01 dianggap signifikan.

Hasil
Hasil dari penghitungan ikatan serabut saraf dari masing-masing jenis saraf pada tiap poin dapat dilihat pada tabel di bawah ini.




Saraf
Jumlah Ikatan Serabut Saraf di Lingula
Saraf Lingual
Saraf Alveolaris Inferior
1
1
3
2
3
3
3
1
6
4
8
14
5
4
7
6
3
14
7
3
5
8
1
10
9
3
8
10
5
4
11
1
6
12
3
6
Nilai rataan (Mean)
3.0
7.2
Standar Deviasi
± 2.0
± 3.8

Pada potongan saraf lingual yang terletak di atas lingula, nilai rata-rata ikatan serabut saraf adalah 3 (kisaran 1 – 8). 4 dari 12 saraf (33 %) berbentuk unifasikular pada poin ini. Pada sisi molar tiga, saraf lingual mempunyai nilai rataan 20 ikatan serabut saraf (kisaran 7 – 39). Pada tiap kasus, lebih banyak ditemukan ikatan serabut saraf pada daerah sisi molar tiga daripada di atas lingula pada saraf lingual yang sama. Hal ini pasti bermakna bahwa ikatan serabut saraf terbagi pada beberapa titik antara lingula dan daerah molar tiga. Saraf alveolaris inferior 2 mm di atas lingula mempunyai nilai rataan ikatan serabut saraf 7,2 (kisaran 3 – 14). Hal ini berarti bahwa tidak ada saraf alveolaris inferior yang berbentuk unifasikular pada daerah lingula, dan jumlah paling sedikit dari ikatan serabut saraf yang diteliti adalah tiga. Pada tiap kasus, saraf lingual mempunyai jumlah ikatan serabut saraf yang sama atau lebih sedikit dari saraf alveolaris inferior pada daerah lingula. Perbedaan jumlah dari ikatan serabut saraf pada masing-masing lokasi pada masing-masing jenis saraf secara stastik signifikan (ρ

Readmore
| 0 comments ]


Latar belakang
Pilihan konektor antara plat, suatu bar, atau sebuah kombinasi bar, yang dapat melintasi palatum dengan berbagai macam variasi posisi. Banyak pendapat telah dikemukakan berkenaan dengan kemampuan penerimaan pasien dari berbagai macam bentuk konektor palatal tapi hanya sedikit didapatkan penelitian tentang hal tersebut.


Tujuan
Tujuan dari studi ini adalah untuk membandingkan reaksi subjektif pasien terhadap 3 jenis konektor mayor rahang atas, yaitu : metal bar, plat metal, dan konektor akrilik. Dan untuk menentukan konektor mayor rahang atas yang paling banyak dan yang paling sedikit diterima oleh pasien.

Metode
15 orang pasien secara berurutan berkunjung dan menjadi pasien klinik pada dental center, University College Hospital, Ibadan. Yang sebelumnya semua pasien yang direkrut dalam studi ini belum pernah menggunakan gigi palsu sebelumnya. Masing - masing pasien dibuatkan 3 buah gigi tiruan dengan jenis desain konektor mayor rahang atas yang berbeda. Sebuah daftar pertanyaan diajukan pada masing-masing pasien untuk memastikan pendapat mereka tentang 3 jenis desain gigi tiruan tersebut.

Hasil
14 orang pasien (93,3%) memilih gigi tiruan dengan konektor mayor metal bar, sebaliknya hanya satu orang pasien yang memilih gigi tiruan dengan konektor mayor jenis plat akrilik. Tidak ada satupun pasien yang memilih desain konektor dengan plat metal.

Kesimpulan
Konektor mayor metal bar menjadi konektor mayor rahang atas yang paling dapat diterima oleh pasien, sedangkan plat resin akrilik lebih dapat diterima dibandingkan plat metal. Dalam jurnal ini juga disebutkan pengaruh desain konektor pada kemampuan penerimaan pasien terhadap gigi tiruan sebagian.

Pendahuluan
Konektor mayor merupakan sebuah komponen penting dari gigi tiruan sebagian. Konektor mayor merupakan bagian dari gigi tiruan sebagian dimana bagian yang lain melekat secara langsung maupun tidak langsung. Konektor mayor memberikan stabilitas pada lengkung rahang, yang membantu untuk memberikan resistensi terhadap tegangan fungsional. Konektor mayor berkontribusi untuk mendukung dan memperkuat gigi tiruan sebagian dengan mendistribusikan beban fungsional kepada gigi disekitarnya, dan pada kasus rahang atas didistribusikan pada mukosa. Konektor mayor juga memberikan retensi secara tidak langsung melalui kontak antara permukaan pelindung dan pada bagian belakang mukosa palatum.

Pilihan konektor antara plat, suatu bar, atau sebuah kombinasi bar, yang dapat melintasi palatum dengan berbagai macam variasi posisi. Bentuk plat biasanya memberikan lebih banyak penutupan palatal dibandingkan dengan bentuk bar. Walaupun terdapat kontroversi tentang apa yang terdapat pada dimensi plat dan bar pada lengkung rahang atas, perbedaan sangat nampak di lengkung bawah. Sebuah tipe konektor mayor rahang atas yang seorang peneliti menyebutnya sebagai sebuah bar yang luas dapat dimaksud sebagai sebuah strap yang merupakan suatu modifikasi lain dari bentuk plat. Juga pilihan bentuk dan lokasi dari konektor mayor lebih banyak pada lengkung atas karena tersedianya area yang luas untuk daerah penutupan yang disediakan oleh palatum keras.

Lokasi dan area penutupan jaringan oleh suatu konektor mayor sangatlah penting, dimana lokasi dan area penutupan ini akan berperan dalam penerimaan dari protesa dan pada penampilan akhir.

Walaupun telah melalui bertahun-tahun penelitian terhadap toleransi pasien dengan berbagai macam desain konektor mayor rahang atas, beriringan dengan keterlibatan dokter gigi dalam pembuatan desain. Masihlah dianggap penting untuk menegaskan jenis desain konektor mayor yang dapat diterima oleh pasien.

Palatal bar tunggal, mungkin telah dijelaskan sebagai konektor mayor rahang atas yang paling banyak dipilih, sementara plat metal merupakan konektor mayor yang paling sedikit dipilih. Pendukung pendapat desain midpalatal bar berpendapat bahwa desain ini merupakan suatu posisi favorit sejak beranjak dari regio anterior. ” Ruangan yang bebas dan juga regio posterior dari palatum yang dapat berkontak dengan daerah dorsum lidah selama pengucapan dan pengunyahan”. Gambaran palatografi buat suara konsonan tertentu menunjukkan bahwa daerah insisal papilla dan aspek lateral dari palatum merupakan daerah yang paling banyak disentuh oleh lidah.

Akan tetapi pada studi yang lain, midpalatal bar dilaporkan sebagai desain konektor mayor yang paling sedikit dipilih, karena dideteksinya dua tonjolan margin melintang oleh lidah. Hal ini mendukung hasil yang didapat dari studi lainnya yang menyebutkan dimana batas paralel metal dengan lidah memiliki toleransi yang lebih baik dibandingkan dengan batas melintang. Sebagai tambahan, juga dikemukakan bahwa midpalatal bar biasanya merupakan sumber gangguan pada pasien, ketika midpalatal bar ditempatkan pada area dimana lidah lebih sering berkontak ketika mengunyah atau berbicara.

Akan tetapi, diantara palatal bar tunggal yang melintang yaitu : anterior palatal bar, mid palatal bar, posterior palatal bar. Posterior palatal bar telah didokumentasikan sebagai tipe yang paling sesuai dengan alasan – alasan sebagai berikut ;
Posterior palatal bar lebih sedikit berkontak dengan lidah dibanding dengan mid atau anterior palatal bar. Posterior palatal bar seringkali dapat berperan sebagai indirect retainer dan palatal bar jenis ini hanya sedikit berhubungan dengan tonjolan tulang atau dengan mukosa yang tipis.

Sebuah palatal plat yang pada suatu publikasi tertentu biasa juga disebut sebagai strap dijelaskan sebagai konektor pilihan dalam banyak kasus. Akan tetapi disarankan agar area yang aktif digunakan untuk berbicara harus dihindari sedapat mungkin. Akan tetapi pada banyak studi dilaporkan bahwa pasien mengalami penurunan toleransi terhadap pengucapan, pengunyahan, kenyamanan dengan tipe konektor ini.

Konektor anteroposterior bar pada sisi lain dijelaskan sebagai suatu konfigurasi yang umumnya digunakan pada kasus sadel dengan batas bilateral. Perpanjangan anteroposterior bar pada basis gigi tiruan memberikan bantuan stabilitas, sementara semakin besar jarak antara bar maka akan semakin sedikit mengiritasi lidah. Desain konektor anteroposterior bar disebut sebagai suatu konektor cincin oleh seorang penulis, tapi telah dibantah dengan argumen bahwa konektor cincin tidaklah sama dengan kombinasi anterior dan posterior bar, dimana pada konektor cincin, aspek palatal dari margin gingiva tertutupi. Hanya sedikit laporan yang menyebutkan adanya gangguan dari fungsi normal oral pada tipe konektor cincin ini.

Konektor cincin ini memerlukan pengaturan yang lebih banyak dibandingkan sistem anteroposterior bar. Konektor cincin memiliki keuntungan dpaat berhubungan dengan banyak sadel dalam waktu bersamaan, stimulasi yang besar pada palatum dan juga dapat digunakan pada kasus adanya torus rahang atas. Kerugian pada konektor ring adalah penutupan margin gingiva, dimana terdapat laporan adanya gangguan pada fungsi bicara dan kenyamanan pasien akibat penutupan ini.

Walaupun keuntungan relatif dari gigi tiruan berbahan metal dan resin akrilik telah diketahui. Tapi belum jelas yang mana yang akan dipilih. Beberapa penulis melaporkan bahwa resin akrilik lebih dipilih dibandingkan bahan berbasis metal karena alasan estetik. Juga telah didokumentasikan bahwa gigi tiruan yang seluruhnya terbuat dari resin akrilik digunakan pada keadaan dimana umur gigi tiruan diperkirakan tidak terlalu lama atau terjadi gangguan sehingga akan dilakukan relining. Selanjutnya pada beberapa penelitian telah menyimpulkan bahwa gigi tiruan sebagian heat-cured acrylic resin adalah yang paling retentif dan paling banyak dipilih.

Akan tetapi telah dilaporkan bahwa gigi tiruan sebagian dengan bahan dasar metal lebih dipilih daripada basis gigi tiruan dari resin akrilik karena perubahan temperatur disalurkan melalui basis metal pada jaringan dibawahnya, dengan cara demikian akan membantu mempertahankan kesehatan jaringan, juga sifat membersihkan dari basis metal dan resistensinya terhadap abrasi dari agen pembersihan dalam rongga mulut berkontribusi pada kesehatan jaringan mulut jika dibandingkan dengan bahan berbasis resin akrilik.

Tujuan
Tujuan dari studi ini adalah untuk :
a.Membandingkan reaksi subyektif pasien pada 3 konektor mayor rahang atas : metal bar, plat metal, dan konektor akrilik
b.Menegakkan konektor mayor rahang atas yang paling diterima dan yang paling tidak diterima oleh pasien
c.Menentukan tipe konektor mayor yang paling sesuai dengan fungsi pengunyahan dan berbicara
d.Menentukan tipe konektor mayor yang paling tidak sesuai dengan fungsi pengunyahan dan berbicara

Metode & Bahan
15 orang pasien secara berurutan berkunjung dan menjadi pasien klinik pada dental center, University College Hospital, Ibadan. Yang sebelumnya semua pasien yang direkrut dalam studi ini belum pernah menggunakan gigi palsu sebelumnya. Pasien dengan penyakit advanced periodontal dan dimana gigi abutmen potensial yang direstorasi dengan restorasi amalgam yang memanjang ke bawah gingiva tidak termasuk.
Persetujuan pasien diberikan sama seperti izin kelayakan yang didapatkan di awal penelitian. Pasien diberikan nomor berurutan dan secara acak dibagi dengan pengundian menjadi 3 grup yaitu : A, B, dan C. Masing-masing grup terdiri dari lima orang pasien. Masing – masing pasien dibuatkan 3 set gigi tiruan sebagian dengan desain konektor mayor yang berbeda yaitu : metal bar, plat metal, dan plat akrilik. Masing – masing gigi tiruan digunakan selama 5 hari.

Grup A menggunakan gigi tiruan untuk 15 hari pertama secara berurutan yaitu : konektor metal bar, konektor plat metal, konektor plat akrilik. Grup B menggunakan gigi tiruan untuk 15 hari pertama secara berurutan yaitu : konektor plat akrilik, konektor metal bar, dan konektor plat metal. Grup C pada 15 hari pertama secara berurutan menggunakan gigi tiruan yaitu: konektor plat metal, konektor plat akrilik, dan konektor metal bar. Setelah dimulainya 15 hari evaluasi, pasien diminta untuk menggunakan gigi tiruan yang disukai selama 6 hari selanjutnya. Pasien diminta untuk mengisi daftar pertanyaan setelah 3 minggu periode evaluasi.

Hasil
Tabel 1
Pertanyaan
Ya
Tidak yakin
Tidak
Apakah ada gigi tiruan yang mengganggu fungsi berbicara?
15 orang (100%)
-
-
Apakah ada gigi tiruan yang mengganggu fungsi pengunyahan?
6 orang (40%)
3 orang (20%)
6 orang (40%)
Apakah ada gigi tiruan yang mengganggu fungsi penelanan?
4 orang (26,7%)
2 orang (13,3%)
9 orang (60%)
Apakah semua gigi tiruan bertoleransi dengan baik ketika masa istirahat?
-
-
15 orang (100%)

Tabel 2
Pertanyaan
Metal Bar
Plat Metal
Plat Akrilik
Gigi tiruan mana yang paling sedikit mengganggu fungsi berbicara?
14 orang (93,3%)
-
1 orang (6,7%)
Gigi tiruan mana yang paling sedikit mengganggu fungsi pengunyahan?
6 orang (40%)
-
-
Gigi tiruan mana yang paling sedikit mengganggu fungsi penelanan?
4 orang (26,7%)
-
-
Gigi tiruan mana yang paling sedikit mengganggu ketika masa istirahat?
14 orang (93,3%)
-
1 orang (6,7%)

Tabel 3
Pertanyaan
Metal Bar
Plat Metal
Plat Akrilik
Gigi tiruan mana yang paling mengganggu fungsi berbicara?
-
-
8 orang (53,3%)
Gigi tiruan mana yang paling mengganggu fungsi mengunyah?
-
4 orang (26,7%)
2 orang (13,3%)
Gigi tiruan mana yang paling mengganggu fungsi menelan?
-
2 orang (13,3%)
2 orang (13,3%)
Gigi tiruan mana yang paling mengganggu ketika masa istirahat?
-
8 orang (53,3%)
7 orang (46,7%)

15 orang pasien yang direkrut buat penelitian 6 orang (40%) adalah pria sedangkan 9 orang (60%) adalah wanita. Kisaran umur mereka adalah 18-60 tahun.
Keseluruhan 15 orang pasien yang diteliti pada studi ini melaporkan bahwa konektor mayor mengganggu fungsi bicara. Senada dengan hal itu, semua pasien melaporkan bahwa 3 konektor mayor rahang atas tidak gampang bertoleransi selama masa istirahat normal. Hanya 6 orang pasien (40%) merasa bahwa konektor-konektor ini mengganggu pengunyahan. Hanya 4 orang pasien (26,7%) merasa bahwa konektor mengganggu fungsi penelanan. (tabel 1,2,3)

14 orang pasien (93,3%) melaporkan bahwa konektor metal bar hanya sedikit mengganggu cara berbicara. Sedangkan 1 orang pasien (6,7%) merasa bahwa konektor mayor rahang atas yang paling sedikit mengganggu cara berbicara adalah plat akrilik. (tabel 2)
Selama masa istirahat normal, 14 orang (93,3%) pasien percaya bahwa konektor mayor rahang atas metal bar paling sedikit mengganggu. Sedangkan 1 orang (6,7%) pasien percaya bahwa yang paling sedikit mengganggu adalah konektor plat akrilik. (tabel 2)
8 orang pasien (53,3%) berpikir bahwa konektor plat akrilik paling mengganggu dengan fungsi berbicara, sedangkan hanya 4 pasien berpikir bahwa konektor plat metal yang paling mengganggu fungsi berbicara. (tabel 2)

4 orang pasien (26,7%) melaporkan bahwa konektor plat metal paling mengganggu dalam fungsi pengunyahan, sedangkan 2 orang pasien (13,3%) percaya bahwa plat akriliklah merupakan konektor yang paling mengganggu fungsi pengunyahan.
2 orang pasien (13,3%) memilih konektopr plat metal dan 2 orang lainnya (13,3%) memilih konektor plat akrilik sebagai konektor yang paling mengganggu fungsi penelanan. (tabel 3)

Selama masa istirahat, 8 orang pasien (53,3%) percaya bahwa plat metal adalah konektor yang paling tidak nyaman, sedangkan 7 orang pasien (46,7%) percaya bahwa yang paling mengganggu adalah konektor plat akrilik.

Diskusi
Banyak pendapat telah dikemukakan berkaitan dengan kemampuan penerimaan pasien terhadap konektor mayor, tapi studi seperti ini hanya sedikit dilakukan di Afrika. Dokter gigi harus memiliki salah satu jenis konektor yang paling sedikit mengganggu fungsi berbicara, mastikasi, penelanan dan kenyamanan. Panagiotouni dan kawan-kawan menganjurkan suatu seleksi yang cermat terhadap konektor mayor pada setiap kasus gigi tiruan sebagian. Sehingga konektor mayor membantu meningkatnya penerimaan protesa oleh pasien.

Pada studi kami, mayoritas pasien (93,3%) melaporkan bahwa gigi tiruan dengan konektor metal bar paling sedikit mengganggu terhadap fungsi berbicara. Alasan mengapa tidak ada atau hanya sedikit gangguan dengan fungsi berbicara oleh konektor bar, mungkin berkaitan dengan fakta bahwa area aktif berbicara tidak tertutupi oleh desain konektor ini. Beberapa penulis telah merujuk terlebih dahulu pada aspek palatal dari gigi anterior atas dan mukosa palatum dibelakangnya sebagai daerah yang sering berkontak dengan lidah, suatu area yang tidak boleh tertutupi oleh suatu konektor.

8 orang pasien (53,3 %) menggambarkan bahwa konektor plat akrilik yang paling mengganggu dengan fungsi berbicara. Alasan mengapa toleransi konektor ini sangat rendah terhadap fungsi berbicara seperti yang terlihat pada penelitian ini, mungkin berhubungan dengan laporan Laird dan Laminie yang menyatakan bahwa gigi tiruan resin akrilik memerlukan sebuah kombinasi dari tipis dan luasnya area penutupan untuk memberikan rigiditas dan kekuatan. Kombinasi ini bertanggungjawab akan berkurangnya fungsi berbicara akibat konektor mayor resin akrilik.

Lebih lanjut, 40 % populasi studi ini merasa bahwa tidak ada gigi tiruan sebagian yang mengganggu fungsi pengunyahan sedangkan 6 orang pasien lain (40%) dilaporkan terganggu dengan fungsi pengunyahan pada pemakaian gigi tiruan sebagian. (tabel 1) Hal ini mirip dengan studi yang dilakukan oleh Wagner dan Traweek dimana 55 % dilaporkan tidak terganggu dengan fungsi pengunyahan pada berbagai jenis tipe gigi tiruan.

Akan tetapi pada sebuah penelitian terakhir pada pemakaian gigi tiruan, seluruh pasien memperlihatkan berkurangnya kemampuan pengunyahan.
Diluar 6 orang pasien yang dilaporkan terganggu dengan fungsi pengunyahan, 4 orang pasien (66,7%) mengindikasikan konektor dari plat metal paling mengganggu dengan fungsi pengunyahan, sementara 2 orang pasien sisanya (33,3%) memilih gigi tiruan plat akrilik sebagai yang paling mengganggu dengan fungsi pengunyahan. Keseluruhan 6 orang pasien menjelaskan bahwa konektor metal bar yang paling sedikit mengganggu fungsi pengunyahan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wagner dan Traweek.

Pada studi kami, 60 % pasien mengindikasikan tidak ada jenis gigi tiruan yang mengganggu fungsi penelanan. Sementara 4 orang pasien (26,7%) mengindikasikan bahwa konektor metal bar paling mengganggu fungsi penelanan. Sementara konektor plat metal paling sedikit mengganggu fungsi penelanan. Hasil ini mirip dengan apa yang dilaporkan oleh Campbell dan Wagner dan Traweek.

Seluruh pasien yang diteliti pada studi ini mengindikasikan bahwa gigi tiruan tidak bertoleransi dengan baik pada masa istirahat. Juga seluruh pasien, kecuali 1 orang menjelaskan bahwa gigi tiruan dengan konektor metal bar paling sedikit mengganggu selama masa istirahat. Sementara 8 orang pasien (53,3%) merasa bahwa konektor mayor yang paling mengganggu adalah konektor plat metal kemudian diikuti oleh plat akrilik (46,72%). Hal ini juga mungkin berhubungan dengan area penutupan jaringan oleh konektor.

Keseluruhan kemampuan penerimaan dari berbagai jenis tipe gigi tiruan dalam penelitian, hanya satu orang pasien pada studi ini (6,7%) memilih gigi tiruan plat akrilik sementara 14 orang pasien (93,3%) memilih gigi tiruan dengan konektor metal bar. Penelitian ini serupa dengan beberapa penelitian lainnya, yang juga secara independen berbicara tentang tingginya kemampuan penerimaan pasien terhadap konektor mayor metal bar rahang atas. Walaupun konektor mayor metal bar mempunyai kekurangan seperti konektor mayor lainnya, termasuk kemungkinan terakumulasinya makanan dibawah konektor (selama peregangan) dan menipisnya konektor yang tidak dapat dihindari akibat iritasi lidah. Faktor – faktor ini tidak cukup kuat untuk menghalangi pasien dalam menerima konektor mayor metal bar.

Konektor mayor resin akrilik berada pada urutan selanjutnya setelah konektor metal bar dalam hal kemampuan penerimaan pasien. Beberapa studi telah memperlihatkan bahwa resin akrilik lebih dipilih daripada basis tipis metal karena dapat memberikan kesempurnaan pada adpatasi tepi bukal atau untuk mengisi bagian vestibular buccal rahang atas dari gigi tiruan sebagian akrilik rahang atas pada sekelompok pasien.
Hasil dari studi ini juga mengidentifikasi konektor plat metal sebagai yang paling sedikit diterima sebagai desain konektor mayor. Hal ini sejalan dengan studi yang lain, tetapi pada beberapa situasi memaksa dokter gigi untuk menggunakannya buat kesehatan jaringan. Situasi ini muncul ketika tidak cukup tersedia pendukung sebuah gigi tiruan dan membutuhkan dukungan mukosa.

Kesimpulan
Konektor mayor metal bar menjadi konektor mayor rahang atas yang paling dapat diterima oleh pasien, sedangkan plat resin akrilik lebih dapat diterima dibandingkan plat metal. Dalam jurnal ini juga disebutkan pengaruh desain konektor pada kemampuan penerimaan pasien terhadap gigi tiruan sebagian.

Telaah Jurnal
Pilihan bentuk dan lokasi dari konektor rahang atas lebih banyak daripada rahang bawah. Karena tersedianya ruang oleh penutupan palatum keras. Sebuah pilihan dari jenis konektor tergantung pada kebutuhan seperti antara lain : fungsi (Seperti hubungan antara komponen, dukungan, dan retensi), keterbatasan anatomi, higiene, rigiditas, adaptasi pasien. 2

Pada jurnal ini judul telah sesuai dengan isi, bentuk penulisannya pun sudah sesuai dengan metode penulisan karena terdiri dari abstrak, tujuan, metode dan bahan, serta hasil dan kesimpulan. Bahkan pada awal jurnal ini penulis juga memasukkan pendahuluan berupa perkenalan terhadap berbagai jenis konektor mayor rahang atas berserta penjelasan-penjelasannya.

Isi dari jurnal ini membahas tentang kemampuan penerimaan jenis gigi tiruan dengan berbagai desain konektor mayor rahang atas yang secara umum dikelompokkan ke dalam 3 jenis yaitu : konektor plat metal, konektor metal bar, dan konetor plat akrilik.
Ketiga jenis desain konektor ini lalu dicobakan pada 3 kelompok pasien yang satu kelompoknya terdiri dari 5 orang pasien (total keseluruhan 15 orang pasien) yang masing-masing kelompok secara acak bergantian menggunakan ke tiga tipe gigi tiruan tersebut.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konektor metal bar merupakan konektor yang paling favorit, disusul oleh konektor plat akrilik dan jenis desain konektor yang paling tidak dapat diterima oleh pasien adalah konektor plat metal.
Kelemahan dari jurnal ini adalah kurang dapat memberikan gambaran tentang kasus-kasus apa saja yang diderita oleh pasien sehingga berakibat pada kurang jelasnya alasan mengapa jenis desain konektor tertentu dapat disukai atau tidak disukai. Seperti pada kasus pasien dengan torus rahang atas, maka jenis konektor dengan penutupan palatum secara total seperti desain konektor plat metal dan plat akrilik tentu saja kurang disukai karena akan mengganggu kenyamanan pasien.
Disamping itu, jurnal ini juga kurang sanggup menjelaskan secara rinci tentang konektor metal bar yang dianggap paling populer buat pasien. Karena sebagaimana kita ketahui konektor metal bar dapat dibagi ke dalam beberapa jenis desain antara lain :
1.Batang palatal tunggal atau biasa juga disebut Single Palatal Bar, Palatal Strap, atau Middle Palatal Bar.

2.Plat palatal bentuk U atau biasa juga disebut konektor palatum tapal kuda
3.Batang palatal ganda atau biasa juga disebut Double Palatal Bar atau Anteroposterior Bar. 3

Dimana setiap jenis desain konektor mayor tersebut memiliki indikasi dan kontraindikasi tersendiri yang tidak bisa disamaratakan begitu saja.
Sebuah geligi tiruan bukanlah benda yang sekali dipakai langsung enak dan tidak berubah. Baik geligi tiruan maupun jaringan mulut si pemakai selalu dan terus – menerus mengalami perubahan, walaupun perubahan ini tidak dapat dilihat mata biasa begitu saja. 3

Sehingga waktu yang digunakan selama 5 hari untuk menentukan gigi tiruan dengan desain konektor mayor manakah yang paling baik tentu saja terasa sangat singkat.
Sebagai contoh untuk adaptasi mukosa yang ditutupi oleh plat mengalami perubahan kimiawi sel pada epitel palatumnya dalam waktu 2 minggu. 3 Tentu saja untuk adaptasi yang lebih kompleks seperti berbicara, pengunyahan dan penelanan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi, memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Kita mungkin merasa bingung karena adanya berbagai pendapat yang berbeda-beda tentang desain suatu geligi tiruan. Tentu saja kita dapat juga menilai kebenaran berbagai pendapat tersebut dengan membandingkannya. Ajukan seorang pasien yang memerlukan geligi tiruan sebagian lepasan pada enam orang dokter gigi, maka anda kemungkinan akan mendapat enam macam desain yang berbeda, karena tiap-tiap dokter gigi akan lebih menonjolkan aspek-aspek desain yang berbeda. Aspek-aspek desain ini adalah : penampilan (estetik), kenyamanan, higienis, dukungan, retensi, oklusi, biaya dan masalah teknis. 4 Oleh karena itu, hasil penelitian dari jurnal ini terasa kurang seimbang dan tidak dapat berdiri sendiri karena hanya melibatkan pendapat subyektif pasien semata. Masih dibutuhkan acuan lain untuk menentukan desain manakah yang paling sesuai buat pasien.

Kekurangan lain dari jurnal ini adalah tidak tersedianya gambar desain konektor yang memudahkan kita untuk memahami jurnal ini.




Daftar Pustaka

1.Arigbede AO., Dosumu OO., Esan TA., Akeredolu PA., Acceptability of major connectors in removable partial dentures, Available from URL : http : //www.PubMedCentral.com/journal-list/pdf/231.pdf. Accessed August 11, 2007

2.Gunadi HA., Margo A., Burhan LK., Suryatenggara F., Setiabudi I., Ilmu geligi tiruan sebagian lepasan, Cetakan II, Jakarta : Hipokrates; 1995. p.193-98,408-09

3.Watt DM., MacGregor AR., Penentuan desain, Alih bahasa : Lilian Yuwono, Cetakan I, Jakarta : Hipokrates, 1993. p.130

4.Davenport JC., Basker RM., Heath JR., Ralph JP., Glantz PO., Hammond P., Connector, Available from URL : http : //www.bdj.com/prosthetics/pdf/124. Accessed September 20, 2007

Readmore
| 1 comments ]

Perang Dunia II adalah salah satu perang yang banyak sekali memakan korban. Banyak sekali tulisan yang membahas tentang perang ini. Saya akan mencoba menampilkan kepada pembaca, timeline dari perang dunia II ini. Selamat menikmati!


* Latar Belakang dari PD II:- Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, dengan cita-cita membentuk Italia Raya diinspirasi oleh Kekaisaran Romawi masa lalu, Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI untuk membentuk Reich Ketiga. Dimana Reich I dilakukan oleh Charlegmane dan Reich II oleh Frederic Barbarossa. Sedangkan Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer.

* Time Line Perang Dunia II :
1932

13 Maret 1932, Hitler memperoleh 30% (11,339,446) suara sedangkan Hindenburg memperoleh 49% (18,651,497) suara dalam pemilihan Presiden.

10 April 1932, Hitler memperoleh 36% (13,418,547) suara sedangkan Hindenburg memperoleh 53% (19,359,983) suara dalam pemilihan Presiden lanjutan.

Juli 1932, Partai Nazi memperoleh 230 kursi dan menjadikannya partai terbesar di Reichstag (DPR-nya Jerman).

1933

30 Januari 1933, Hitler menjadi Kanselir Jerman.

27 Febuari 1933, Reichstag (Parlemen) terbakar, Hitler menuduh Komunis sebagai penyebabnya dan Yahudi komunis sebagai dalangnya.

5 Maret 1933, Nazi memperoleh 43,9% suara dan berkoalisi dengan "German People's Party"

12 Maret 1933, Kamp Konsentrasi pertama dibuka di Oranienburg bagian luar dari Berlin.

23 Maret 1933, Pengubahan Undang-Undang diizinkan, memberikan Hitler kekuatan penuh dan segera menjadi Diktaktor Jerman.

1 April 1933, Nazi memboikot toko-toko milik orang Yahudi.

10 Mei 1933, Nazi mengumpulkan buku-buku dari seluruh Jerman yang ide nya tidak sejalan dengan Jerman termasuk ide dari Yahudi kemudian membakarnya.

Juni 1933, Nazi mulai membuka dan mengoperasikan Kamp Konsentrasi Dachau.

14 Juli 1933, Partai Nazi mendeklarasikan diri sebagai satu-satunya partai resmi di Jerman.

14 Oktober 1933, Jerman keluar dari Volkenbond atau League of Nations atau Liga Bangsa-bangsa.

30 Juni - 1 Juli 1933, The "Night of the Long Knives." Pembersihan berdarah dalam rangka menyingkirkan lawan-lawan politik yang dianggap potensial termasuk membubarkan SA (Sturmabteilung) dan mengeksekusi mati pemimpinnya Ernst Roehm kemudian mendirikan SS yang di pimpin oleh Heinrich Himmler.

25 Juli 1933, Kanselir Austria Engelbert Dollfuss dibunuh oleh anggota Nazi Austria dalam upaya kudeta yang mengalami kegagalan. Kurt Schuschnigg menjadi Diktaktor baru Austria.

2 Agustus - Presiden Jerman Paul Von Hindenburg meninggal dunia dalam umurnya yang ke-86.

19 Agustus - Hitler menggantikan Hindenburg sebagai Presiden merangkap Kanselir sehingga mendapat julukan Führer(Pemimpin Agung).

1935

16 Maret 1935, Jerman melanggar perjanjian Versailles dengan mengadakan wajib militer.

15 September 1935, Warga Yahudi Jerman dicabut kewarganegaraannya melalui dasar Hukum yang baru : "Hukum Nurenberg"

1936

10 Febuari 1936, Gestapo (German Secret State Police of The Nazi) diberikan kebebasan dari hukuman dalam menjalankan Tugasnya.

7 Maret 1936, Hitler merobek-robek perjanjian Versailles yang kemudian disusul dengan didudukinya Rhineland oleh tentara Jerman.

9 Mei 1936, Angkatan Perang Italia mengambil alih Ethiopia.

18 Juli 1936, Perang Saudara di Spanyol meletus antara pihak Republik dengan Nasionalis.

26 Juli 1936, Italia dan Jerman memberikan bantuan kepada Nasionalis Spanyol sedangkan Uni Soviet membantu Republik Spanyol.

1 Agustus 1936, Olimpiade Berlin dimulai.

1 Oktober 1936, Francisco Franco mendeklarasikan diri sebagai kepala negara Spanyol.

18 Oktober 1936, "Four Year Plan" yang dipelopori oleh Hermann Göring dimulai dimana sistem ekonomi Jerman diubah ke sistem produksi Perang.

Februari - Maret 1936, Perang Sino-Jepang, Jepang menginvasi China pada tahun 1931. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.

11 Juni 1936, Pemimpin Uni Soviet Iosif "Joseph" Vissarionovich Stalin memulai pembersihan di dalam tubuh "Red Army" serta membantai sejumlah besar orang-orang yang pernah menjadi tokoh pimpinan partai komunis di masa revolusi 1917 serta membantai 2/3 anggota Central Comittee Partai komunis yang terpilih tahun 1934.

1937


5 November 1937, Hitler mengadakan konferensi rahasia di Ruang Kanselir, ia mengemukakan idenya "Lebensraum" yaitu membutuhkan ruang lingkup yang luas untuk populasi Ras Arya Jerman yang terus tumbuh. Oleh Karena itu dipersiapkan rencana perang untuk menguasai negara-negara Eropa. Konferensi ini dihadiri Menteri Perang Jerman Werner Von Blomberg, Kepala Staff angkatan perang Jerman (Wehrmacht) Werner Von Fritsch, Kepala Staff Angkatan Laut (Kriegsmarine) Erich Raeder, Kepala Staff angkatan udara (Luftwaffe) Herman Göring, Menteri luar negeri Constantin von Neurath, dan Kolonel Friedrich Hossbach. Pertemuan tersebut dikenal dengan nama Konferensi Hossbach atau Hossbach Memorandum.

1938

11 Maret 1938, Hitler memberi ultimatum kepada kanselir Austria Schuschnigg untuk menyerahkan seluruh kekuasaan dan menyatukan Austria ke Jerman atau bersiap menghadapi Invansi, ultimatum ini berlaku sampai pukul 12.00 siang namun diundur sampai 2 jam. Pukul 13.00 atau jam 1 siang Hitler menandatangani perintah untuk mengirim tentara ke Austria. Disusul mundurnya Kanselir Schuschnigg dari kursi pemerintahan Austria. melalui siaran radio ia menyatakan pengunduran dirinya serta mempersilahkan Jerman untuk mengambil alih pemerintahan Austria tanpa pertumpahan darah.

12 Maret 1938, Pagi hari, Wehrmacht (Angkatan Perang Jerman) memasuki Perbatasan Jerman-Austria, mereka tidak mengalami perlawanan dari angkatan perang Austria, bahkan disambut oleh sekitar 200.000 rakyat Austria di Heldenplatz (Alun-Alun Pahlawan).

14 Maret 1938, Hitler berkunjung ke Vienna dan berpidato mendeklarasikan Anschluss (penyatuan Austria kedalam wilayah Jerman)

12 Agustus 1938, Angkatan Perang Jerman memulai mobilisasi massal.

29 September 1938, Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain, Perdana Menteri Perancis Edouard Daladier dan Perdana Menteri Italia Benito Mussolini mengadakan pertemuan di Munich. Kemudian menyetujui dan mentandatangani persetujuan Munich yang isinya memperbolehkan Jerman mengambil alih wilayah Sudetenland Chekoslovakia.

10-15 Oktober 1938, Tentara Jerman mulai masuk dan menduduki Sudetenland.

9 November 1938, Kristallnacht / The Night of Broken Glass dimulai, rumah, toko dan asset orang Yahudi dirampas serta dihancurkan, sekitar 200.000 orang Yahudi pergi meninggalkan Jerman, sisanya terpaksa bersembunyi atau dikirim ke kamp-kamp konsentrasi.

1939

30 Januari 1939, Dalam pidatonya di depan anggota-anggota Reichstag (Parlemen Jerman) Hitler menyatakan "Bunuh Semua Orang Yahudi di Dunia".

15 Maret 1939, Wehrmacht (Angkatan perang Jerman) masuk dan mengambil alih Chekoslovakia.

28 Maret 1939, Perang Saudara di Spanyol selesai, dengan kemenangan Francisco Franco dari kubu Nasionalis, pemerintahan Fasis di Spanyol dimulai.

3 Mei 1939, Joseph Stalin mengganti menteri luar negerinya Maxim Litvinov (orang Yahudi) dengan Vyacheslav Molotov, Untuk membuka hubungan diplomasi dengan Nazi Jerman. Maxim Litvinov di pecat karena membentuk koalisi Anti-Fasis.

22 Mei 1939, Nazi Jerman menandatangani Pakta Baja dengan Italia.

23 Agustus 1939, Nazi Jerman menandatangani perjanjian tidak saling menyerang dengan Uni Soviet. Didalamnya terdapat beberapa pasal rahasia yang diantaranya mengenai Pembagian wilayah Polandia. Perjanjian ini dikenal dengan nama Perjanjian Molotov-Ribbentrop yaitu nama menteri luar kedua negara yang menandatangani perjanjian tersebut (Vyacheslav Molotov dan Joachim von Ribbentrop).

25 Agustus 1939, Inggris serta Polandia menandatangani perjanjian saling bantu-membantu.

31 Agustus 1939, Armada Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) di Mobilisasi. Peng-evakuasi-an penduduk Inggris dari Eropa dimulai dari London.

1 September 1939, Operasi Fall Weiss (Invansi ke Polandia) dijalankan. Kapal Latih Jerman Schleswig Holstein menembaki markas garnisun Polandia di Westerplatte, Pukul 04.45 pagi Tentara Jerman melewati perbatasan Polandia. Pukul 11.00 Hitler dalam sebuah pidato kepada Reichstag (Parlemen) Menyatakan Polandia telah diserbu.

3 September 1939, Inggris, Perancis, Australia dan New Zealand menyatakan perang kepada Jerman, Perang Dunia II pecah.

4 September 1939, Royal Air Force (Angkatan Udara Inggris) mulai menyerang Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) di Pelabuhan-Pelabuhan Jerman seperti Hamburg, Kiel, dan Bremen.

5 September 1939, Amerika Serikat Menyatakan Netral. Tentara Jerman telah menyebrangi sungai Vistula di Polandia.

10 September 1939, Kanada menyatakan perang kepada Jerman. Permulaan dari Battle of Atlantic dimulai.

14 September 1939, Korps berlapis baja pimpinan Letnan Jendral Heinz Guderian tiba di benteng Brest Litowsk.

17 September 1939, Uni Soviet turut serta menginvansi Polandia. Korps berlapis baja Guderian berhasil mengadakan kontak dengan pasukan tank pelopor Jerman, Gerakan mengurung selesai sudah, hampir semua tentara Polandia telah terkurung.

27 September 1939, Ibukota Polandia Warsawa jatuh ke tangan Jerman setelah di-Bombardir oleh Luftwaffe. Reinhard Heydrich menjadi pemimpin Reichssicherheitshauptamt (RHSA) sebuah organisasi yang dibentuk untuk menyingkirkan semua musuh negara.

28 September 1939, Uni Soviet meminta negara-negara Baltik untuk turut serta dan menandatangani Pakta Pertahanan dan Saling Membantu dengan Uni Soviet (Latvia, Lithuania dan Estonia) semua negara Baltik menyetujuinya.

29 September 1939, Nazi Jerman dan Uni Soviet membagi Polandia sesuai perjanjian Molotov-Ribbentrop.

14 Oktober 1939, Kapal Selam Jerman U-Boot 47 pimpinan Kapitan Leutnant Gunther Prien berhasil memasuki Scapa Flow dan menenggelamkan kapal tempur Inggris Royal Oak.

Oktober 1939, Nazi memulai program Euthanasia dengan kode Aktion T 4. Sebuah program percobaan untuk memurnikan ras Arya, Anak yang dilahirkan tidak memenuhi syarat akan langsung di pulangkan ke akherat termasuk anak Jerman keturunan Yahudi, Gipsy dan Negro.

9 November 1939, Percobaan pembunuhan Hitler oleh Georg Elser dengan menaruh bom waktu di Beer Hall Putsch, Bom Waktu diset untuk meledak 1 jam setelah Hitler mulai memasuki Beer Hall Putsch, mengingat kebiasaan Hitler berpidato ditempat tersebut selama 1,5 jam. Namun tidak biasanya, Hitler setelah 45 menit meninggalkan ruangan tersebut sehingga percobaan pembunuhan gagal.Setelah meletakan bom tersebut ia pergi menuju perbatasan Swiss namun tertangkap oleh tentara Jerman di post perbatasan, lalu diserahkan kepada Gestapo dan mati dalam Kamp Konsentrasi Dachau 9 April 1945.

30 November 1939, Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, . Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian. Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.

14 Desember 1939, Finlandia meminta Liga Bangsa-bangsa turun tangan guna gencatan senjata, memanggil Soviet ke Geneva. Soviet menolak "Kami tidak perang dengan Finlandia, bagaimana kami dapat menghentikan peperangan itu ? Kami mengadakan hubungan yang bersifat damai dengan pemerintah Demokrat Finlandia. Dengan pemerintah inilah kami telah mengadakan perjanjian persahabatan dan saling membantu" kemudian Uni Soviet dikeluarkan dari Liga Bangsa-bangsa.

1940

Februari 1940: Mesir dan Somaliland, Pertempuran di Afrika Utara bermula, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.

9 April 1940, Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

10 Mei 1940, Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman mengakhiri apa yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo.

Mei 1940, Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di China sebagai "American Volunteer Group" (AVG), juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma

22 Juni 1940, Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.

Akhir Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania. Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapt berisirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros/Axis Alliance).

28 Oktober 1940, Italia menyerbu Yunani pada melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.

1941

Awal 1941: Invasi Uni Soviet, Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman, Pertempuran Stalingrad
Juni 1941, Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobru

17 Juni 1941, Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.

7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.

8 Desember 1941, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.

1942

Februari-Maret 1942 Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.

Mei 1942, Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal, Pada serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.

1 Juli 1942, Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.

Agustus 1942, Pendaratan AS di Pasifik, Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

7 Agustus 1942, Pulau Guadalcanal diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama.

23 Oktober 1942, Pertempuran El Alamein Kedua terjadi sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.Pasukan Sekutu mendarat, dalam serangan bernama sandi Operasi Obor.

8 November 1942, Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis,Untuk melengkapi kemenangan ini, pada dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.

1943

Februari 1943, pertahanan Jepang runtuh pada di pulau Guadalcanal

13 Mei 1943, Kalahnya Korps Afrika, Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada dan menawan 250.000 tentara Axis.Setelah jatuh ke tangan Sekutu,

April 1943, Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali

10 Juli 1943. Afrika Utara dijadikan batu loncatan oleh sekutu untuk menyerang Sisilia

3 September 1943, Setelah menguasai pulau Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia

8 September 1943, Italia menyerah

1944
Januari 1944, New Britain dan New Ireland direbut kembali oleh sekutu.

Juni 1944, Serangan Balik Invasi Normandia (D-Day), invasi di Perancis oleh pasukan Amerika Serikat dan Inggris

5 Juni 1944, Pasukan Jerman di Italia terus bertahan melakukan perlawanan. Tetapi Roma akhirnya dapat direbut

Desember 1944, Filipina direbut kembali oleh sekutu

1945

April 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet

Juni 1945, Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya yaitu kampanye Borneo , yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong.

1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal

2 Mei 1945 , Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4 Mei. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 Mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.

8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus)

1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang, Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang.Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.

6 Agustus 1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.

9 Agustus 1945, bomber B-29 "Bock's Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.

14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal menanda tangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.

*Akhir Perang:- Sekutu mendaratkan pasukan di PAntai Normandia, 6 Juni 1944
- Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955
- Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh AS.
- 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu

*Tanggal 17 Juli-2 Agustus 1945-->Konfrensi Postdam, utk mengakhiri perang:

Isi:
1. Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur
2. Jerman harus membayar pampasan perang
3. Angkatan perang Jerman dikurangi
4. Partai NAZI dihapus
5. Penjahat perang akan dihukum

* 8 September 1951-->Perjanjian San Francisco

Isi:
1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS
2. Jepang membayar pampasan perang
3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya
4. Penjahat perang akan dihukum

Perang Dunia II

Readmore